KULON PROGO – Sebanyak 196 siswa-siswi terbaik dari berbagai SMA/sederajat se-Kulon Progo mengikuti seleksi sebagai calon pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) di Aula Adikarto, Kompleks Pemkab Kulon Progo, Senin (6/4/2026). Mereka dikumpulkan dan dibekali agar mereka siap secara fisik dan mental menjadi duta terbaik.
Pemkab Kulon Progo menegaskan bahwa seleksi ini bukan sekadar ajang adu ketahanan fisik atau presisi langkah kaki, melainkan sebuah “Kawah Candradimuka” untuk mencetak pemimpin masa depan yang berkarakter Pancasila.
“Berdasarkan PP No. 51 Tahun 2022, Paskibraka kini bertransformasi menjadi program pengkaderan calon pemimpin bangsa,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kulon Progo, Triyono.
Artikel Terkait
Menariknya, Triyono sempat berbagi sisi melankolis dari masa mudanya. Ia mengaku pernah gagal saat mencoba seleksi Paskibraka di bangku SMA.
“Cita-cita tidak boleh berhenti hanya karena fisik. Meski dulu saya tidak lolos Paskibraka, itu bukan hambatan untuk meraih prestasi. Waktu kecil pun saya tidak menyangka bisa menjadi Sekda,” katanya.
Kepala Badan Kesbangpol Kulon Progo, Pratiwi Ngasaratun, mengatakan, proses tahun ini sangat kompetitif. Dari 266 pendaftar awal yang masuk melalui sistem online BPIP, kini tersisa 196 peserta (100 putri dan 96 putra) yang mewakili 12 Kapanewon di Kulon Progo.
Persaingan dipastikan akan sangat sengit. Dari ratusan peserta tersebut, hanya akan dipilih 46 posisi final, 38 orang sebagai Paskibraka Kabupaten (19 putra, 19 putri). Selain itu ada delapan orang dikirim untuk bertarung di tingkat Provinsi DIY.
Rangkaian seleksi akan berlangsung secara maraton mulai 6 hingga 16 April 2026. Para kandidat tidak hanya diuji fisiknya, tetapi juga kognitifnya melalui Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Intelijensi Umum (TIU) secara daring, hingga tes kepribadian.



















