KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo bersama PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) meluncurkan program InJourney Airports Pangan Berdaya – Penanganan Stunting Tahun 2026 di Kalurahan Pleret, Kapanewon Panjatan, Jumat (11/9/2026).
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini, YIA menyalurkan bantuan gizi senilai Rp100 juta bagi 115 balita di wilayah setempat.
General Manager YIA Muhammad Thamrin mengatakan program intervensi gizi hasil kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kulon Progo dan Puskesmas Panjatan II ini dijadwalkan berlangsung terukur pada 2 hingga 29 September 2026.
Artikel Terkait
Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo, Susilaningsih, mengungkapkan bahwa Kalurahan Pleret dipilih karena angka stunting di wilayah tersebut mencapai 13 persen, berada di atas rata-rata kabupaten yang tercatat sebesar 10,64 persen. Dari total 222 balita di Pleret, sebanyak 115 di antaranya masuk dalam kategori gizi kurang.
Menurutnya, persoalan utama di lokasi ini dipicu oleh faktor pola asuh, terutama saat anak diasuh neneknya karena ibu bekerja, sehingga edukasi penyusunan menu dan manajemen waktu MPASI menjadi fokus pendampingan.
Branch Communication & CSR Department Head YIA, Anita Herawati, merinci bahwa program berkelanjutan ini mencakup empat langkah strategis, yaitu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pemulihan berupa makanan bergizi siap santap selama 28 hari berturut-turut, pemberian suplementasi multivitamin, kelas edukasi pola asuh bagi orang tua, serta bantuan paket ayam petelur kepada kader kesehatan sebagai sumber protein hewani mandiri.
General Manager YIA, Muhammad Thamrin, menegaskan bahwa penanganan stunting ini merupakan wujud kepedulian sekaligus investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi penerus yang berkualitas di sekitar area bandara dalam 10 hingga 15 tahun ke depan.
Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, mengapresiasi kolaborasi lintas sektor tersebut dan mengingatkan pentingnya peran aktif orang tua serta kader posyandu. Ia menekankan bahwa pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dan pengasuhan anak merupakan tanggung jawab bersama agar tumbuh kembang anak berjalan optimal.
Salah satu penerima manfaat, Sri Setyowati yang mengaku terbantu dengan adanya kelas edukasi pola asuh untuk mengatur jadwal pemberian makan bagi anaknya.
Harapan serupa disampaikan Euis Fatimah yang bersyukur asupan nutrisi buah hatinya makin terpenuhi.Peluncuran program ini turut dihadiri oleh jajaran manajemen YIA, perwakilan Forum TJSL Kulon Progo, unsur Forkopimkap Panjatan, Lurah Pleret, kader posyandu, serta para orang tua dan balita penerima manfaat.



















