KULON PROGO – Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) An-Nur menggelar Haflah Attasyakur Lil Ikhtitam ke-V di Halaman Musala An-Nur, Padukuhan Kopok Kulon, Kalurahan Tawangsari, Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Jumat (9/10/2026) malam.
Dalam gelaran tersebut, sebanyak 35 santri resmi diwisuda dari total 130 santri yang dibina TPQ An-Nur saat ini. Rinciannya, 30 santri menyelesaikan hafalan Juz ‘Amma dan 5 santri berhasil mengkhatamkan Al-Qur’an 30 Juz.
Uniknya, para wisudawan memiliki rentang usia yang beragam, mulai dari yang termuda berumur 10 tahun hingga yang tertua berusia 46 tahun. Acara tersebut juga diwarnai momen haru saat salah satu santri penyandang tunanetra melantunkan ayat suci Al-Qur’an menggunakan Al-Qur’an Braille.
Artikel Terkait
Pengasuh TPQ An-Nur, Anis Haryono, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para wali santri serta seluruh pihak yang mendukung suksesnya acara. Ia menjelaskan bahwa santri tunanetra tersebut telah menempuh proses belajar dari Iqra Braille selama dua tahun hingga berhasil mengkhatamkan Juz 30.
“Keberhasilan anak-anak dalam muhafadzah malam hari ini tidak lain berkat doa para masyayikh dan seluruh hadirin,” kata Anis.
Anis berpesan agar para lulusan tidak berhenti belajar dan terus melanjutkan ke jenjang pembelajaran berikutnya, seperti mempelajari kitab fiqih dan ilmu agama lainnya.
Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, yang hadir dalam acara tersebut mengapresiasi peran TPQ An-Nur dalam membentuk fondasi agama anak-anak di tengah tantangan teknologi dan penggunaan gawai (smartphone).
“Maka dari itu, adanya Taman Pendidikan Qur’an ini tentu membuat Bapak dan Ibu senang. Mari didukung bersama-sama agar TPQ An-Nur ini semakin maju dalam mendidik putra-putri kita,” ujar Ambar.
Ambar menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mendukung penuh penyelarasan ilmu agama dan pengetahuan umum guna mencetak generasi yang seimbang secara intelektual dan moral. Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan para santri.



















