KULON PROGO – Ribuan relawan se-DIY berkumpul dalam Apel Siaga Bencana peringatan HUT Tagana ke-22 di Lapangan Bukit Cubung, Kalurahan Jatirejo, Kapanewon Lendah, Kulon Progo, Kamis (9/4/2026). Mereka merupakan garda terdepan penanganan bencana berbasis masyarakat.
Mengusung tema “22 Tahun Mengabdi untuk Ketangguhan Negeri”, kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi kekuatan relawan di tengah meningkatnya tantangan bencana di wilayah DIY.
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan, mengpresiasi tinggi terhadap dedikasi Tagana. Menurutnya, Tagana bukan sekadar organisasi relawan, melainkan simbol nyata solidaritas sosial yang hadir sebagai garda terdepan penanggulangan bencana berbasis masyarakat.
Artikel Terkait
“Selama lebih dari dua dekade, Tagana hadir dengan semangat gotong royong yang tinggi. Kehadiran relawan di tengah masyarakat adalah bukti nyata kepedulian sosial kita,” ujar Bupati Agung.
Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih menekankan napas gerakan Tagana berpijak pada nilai luhur budaya Jawa, yakni “Saiyeg Saeko Proyo” (bersatu dalam tekad dan tindakan) serta prinsip
“Urip Iku Kudu Urup” (hidup harus memberi manfaat bagi sesama). Tagana lahir dari semangat gotong royong. Ketangguhan sejati adalah saat masyarakat mampu berdiri kembali dengan lebih kuat dan bersatu setelah bencana,” tegas Endang.
Saat ini, kekuatan Tagana di DIY didukung oleh total 1.023 personel yang tersebar di lima kabupaten/kota. Gunungkidul ada 299 personel, Kulon Progo 217, Bantul 194, Sleman 185 dan Kota Yogyakarta 128 personel



















