KULON PROGO – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Taman Budaya Kulon Progo (TBK) pada Senin siang (13/04/2026). Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, bersama Wagub KGPAA Paku Alam X, hadir menyapa jajaran Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dalam tradisi Syawalan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Lebih dari sekadar jabat tangan dan ramah tamah, momen ini menjadi panggung bagi Ngarsa Dalem untuk meneguhkan kembali fondasi kebangsaan dan kemanusiaan.
Dalam arahannya yang menyejukkan, Sri Sultan menekankan bahwa tradisi Syawalan adalah kekuatan unik bangsa Indonesia yang mampu melampaui sekat etnis maupun agama. Beliau mengingatkan bahwa esensi Idul Fitri harus bermuara pada kepedulian nyata, terutama bagi mereka yang sedang berjuang di tengah himpitan ekonomi.
Artikel Terkait
“Idul Fitri adalah momentum emas untuk membina kembali ikatan persatuan. Kita harus menyatupadukan kasih sayang sebagai satu bangsa dan satu tanah air Indonesia,” tegas Sultan.
Beliau juga memberikan pesan filosofis yang kuat: bahwa hidup berjamaah dan bersatu adalah sebuah rahmat, sementara perpecahan hanya akan mendatangkan kerugian bagi bangsa.
Kehadiran pimpinan tertinggi DIY ini menjadi energi baru bagi jajaran Pemkab Kulon Progo. Pj. Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, mengungkapkan bahwa kunjungan ini adalah bentuk perhatian tulus yang memotivasi mereka untuk terus berinovasi.
“Ini bukan sekadar seremonial. Kehadiran beliau memacu kami untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memastikan pembangunan di Kulon Progo benar-benar dirasakan manfaatnya secara adil oleh seluruh warga,” ungkap Agung.
Sisi menarik lainnya terlihat usai acara inti. Kesederhanaan khas Yogyakarta kental terasa saat seluruh tamu undangan mulai dari pejabat tinggi hingga para lurah, melebur dalam jamuan kuliner tradisional. Beragam sajian khas lokal, seperti es dawet dan es beras kencur yang melegakan dahaga. Selain itu ada sajian kuliner, bakmi, bakso, hingga deretan gerobak angkringan yang menyajikan menu spesial.



















