Kemukus dan Cabai Jawa Kulonprogo Kantongi Sertifikat

Sayoto Ashwan

Bupati KUlon Progo Agung Setyawan menerima sertifikat varietas kemukus dan cabai jawa dari BRIN. (foto: istimewa)

KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menerima Tanda Daftar Sumber Daya Genetik (SDG) Lokal dari Kementerian Pertanian untuk komoditas Kemukus (Piper cubeba) dengan nama Purbakalpa dan Cabe jawa (Piper retrofractum) dengan nama Mekar Binangun. Selain itu juga diserahkan varietas unggulan lain Padi Menor, bawang Merah Srikayang Bawang Merah Siyem

Perwakilan dari BRIN ​Kristantini mengatakan, pendaftaran di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) sangat krusial. Sertifikat ini ibarat akte lahir.

“Sekarang, Kemukus Purbakalpa dan Cabe Jawa Mekar Binangun secara nasional sah milik Kulon Progo,” katanya.

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan, menyambut baik legalitas ini. Ia menyebut sertifikat ini sebagai jaminan bahwa varietas tersebut asli milik masyarakat Kulon Progo.

“Ini adalah berkah bagi petani Kulon Progo. Potensi ekonominya luar biasa, harga kemukus kering mencapai Rp120.000 per kilo, sementara cabe jawa kering stabil di angka Rp90.000 per kilo,” ujar Agung.

Petani cabe jawa, Sukma Rumekar Sakti, membagikan kisah inspiratifnya. Dulu dia bekerja kantoran di Jakarta. Namun sejak 2022 dia memilih pulang ke kampung halaman karena alasan keluarga.

“Dulu saya bingung mau kerja apa di rumah. Lalu saya ingat tetangga menanam cabe jawa di pohon kelapa. Ternyata, harganya sangat stabil dibanding cabai biasa yang sering naik-turun drastis,” cerita Sukma.

Meski sempat menghadapi tantangan penyakit layu saat musim hujan, ia kini justru aktif mengajak tetangganya untuk ikut budidaya demi meningkatkan kesejahteraan bersama.

Petani ,Agustinus Sulistyo mengatakan, nama Purbakalpa diambil karena merupakan tumbuhan endemik kuno yang sudah ada sejak zaman dulu di hutan Kulon Progo. Menanam kemukus itu seperti merawat mutiara, gampang-gampang susah.

“Kalau terlalu sering diutak-atik malah mati, tapi kalau berhasil, satu pohon usia 4 tahun bisa menghasilkan 30 kg,” katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

News

Kemukus dan Cabai Jawa Kulonprogo Kantongi Sertifikat

KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menerima Tanda Daftar Sumber Daya Genetik (SDG) Lokal dari Kementerian Pertanian untuk komoditas ...

Ekbis

Pekan Kedua Ramadhan, Harga Sembako di Kulon Progo Turun

KULON PROGO – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaksanakan pantauan harga dan stok sembako di Pasar ...

News

Safari Tarawih 2026, Bupati Sambangi 12 Kapanewon

KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo kembali menggelar Safari Tarawih tingkat kabupaten tahun 2026. kegiatan ini akan dilaksanakan di ...

News

DLH Pastikan Limbah di JJLS Bugel B3, Pelaku Bisa Dipidana Penjara

KULON PROGO – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulon Progo memastikan limbah yang dibuang di tepi jalur jalan lintas selatan (JJLS) ...

News

Puluhan Karung Limbah Dibuang di Tepi JJLS Kulon Progo

KULON PROGO – Aksi pembuangan limbah kembali terjadi di tepi Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), tepatnya di Padukuhan Bugel 2 ...

News

Jual Miras Saat Ramadhan, Outlet Miras di Bantul Dirazia Polisi

BANTUL – Satuan Samapta Polres Bantul merazia sebuah outlet yang menjual minuman keras (miras) pada bulan Ramadhan. Dari outlet yang ...

Tinggalkan komentar