KULON PROGO – Angka kemiskinan di Kabupaten Kulon Progog masih tinggi. Salah satu upaya untuk menekan angka kemiskinan dengan memaksimalkan wakaf produktif untuk meningkatkan perekonomin masyarakat.
“Dengan program-program kemitraan wakaf produktif ini kami yakin mampu meningkatkan kesejahteraan masayarakat di Kulon Progo,” kata Kepala Kantor Kemenag Kulon Progo, HM Wahib Jamil pada penandatanganan MoU Pembangunan kluster budidaya Greenhouse Melon Premium di PP Nurul Ummah Dua (Nurmadu) Kulon Progo, Jumat (27/02/2026).
Direktur Yayasan Membangun Keluarga Utama, Eko Supriyadi (selaku nadzir wakaf uang) mengatakan, potensi wakaf yang ada di Kulon Progo sangat besar. Mereka mengapresiasi Kemenag dan BWI Kulon Progo yang telah melakukan langkah gerak cepat mewujudkan program kemitraan Wakaf Produktif ini.
Artikel Terkait
“Di daerah Kepek Wonosari sudah ada 3 greenhouse, di Semanu 1 greenhouse, di Pleret Bantul 8 greenhouse, dan di Kulon Progo akan ada 3 greenhouse Melon Premium”, tutur Eko.
Proyek Cluster Greenhouse ini bisa di lakukan di lokasi tanah Wakaf manapun. Konsepnya adalah kolaborasi, nadzir Wakaf uang, nadzir Wakaf tanah dan operator pengelola, dan investor. Semua harus bersinergi dan berkoordinasi dengan baik sehingga usaha iniberjalan lancar.
“Kami harapkan akan lahir beberapa titik lokasi greenhouse Melon Premium di Wilayah Kulon Progo,” imbuhnya.
Komisioner BWI Pusat, Dede Haris mengatakan, Wakaf tidak hanya berhenti dan harus di kelola dengan baik dapat di fungsikan sebagai Wakaf produktif. Hampir 70 persen tanah Wakaf berwujud rumah ibadah, banyak orang beranggapan bahwa tanah Wakaf hanya untuk tempat ibadah dan makam.
“Optimalisasi tanah Wakaf dengan nadzir yang profesional maka diharapkan menjadi wakaf produktif dan memberikan dampak yg luas bagi masyarakat serta mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.



















