Putus Rantai Kemiskinan, 359 Siswa Sekolah Rakyat Kulon Progo Mulai Jalani MPLS Gratis

Sayoto Ashwan

[addtoany]

Wabup Ambar Purwoko menyapa siswa SD dalam MPLS di SRT 1 Kulon Progo, Jumat (31/7/2026). (foto: istimewa)

KULON PROGO – Langkah nyata memutus mata rantai kemiskinan dan mencegah anak putus sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta resmi dimulai. Sebanyak 359 siswa Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 1 Kulon Progo dari jenjang SD, SMP, hingga SMA resmi mengikuti pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Jumat (31/7/2026) sore.

Sekolah berbasis asrama yang berlokasi di Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah ini merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat sekaligus bentuk perwujudan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas akses pendidikan gratis, berkualitas, inklusif, dan merata.

Pembukaan MPLS dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko. Kehadiran SRT 1 ini menjadi tumpuan harapan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di kategori desil satu, anak yatim, piatu, maupun yatim piatu yang sebelumnya terancam tidak dapat melanjutkan pendidikan.

Usai meresmikan acara, Wabup Ambar meninjau langsung kesiapan ruang kelas hingga fasilitas asrama. Ia mengapresiasi kesiapan sarana dan prasarana yang dinilainya sudah sangat matang dan komplit demi menjamin kenyamanan serta keamanan para siswa selama tinggal dan belajar. Pemerintah optimistis dari fasilitas ini akan lahir generasi yang hebat, tangguh, dan siap menyongsong masa depan Indonesia.

Kepala SRT 1 Kulon Progo, Agus Ristanto, merinci bahwa total 359 peserta didik baru tersebut terbagi ke dalam 31 siswa SD (1 rombongan belajar), 158 siswa SMP (5 rombel), dan 170 siswa SMA (5 rombel). Mengingat sistem sekolah yang berbasis asrama, pelaksanaan MPLS dirancang selama dua minggu untuk mempercepat adaptasi tata tertib asrama. Masa transisi ini kemudian akan dilanjutkan dengan program matrikulasi selama dua bulan sebelum memasuki pembelajaran efektif.

Dari sisi infrastruktur, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis (Satker PPS) DIY, Haryo Satriawan, memastikan seluruh bangunan utama beserta fasilitas pendukung telah selesai dibangun oleh Kementerian PU dan memenuhi standar keamanan serta kenyamanan. Saat ini, aktivitas di lapangan tinggal memasuki tahap pembersihan akhir (final cleaning) dan penataan lingkungan tanpa ada keterlambatan pekerjaan.

Fasilitas pendidikan yang layak dan serba gratis ini diharapkan menjadi pijakan kokoh dalam mencetak SDM unggul menuju cita-cita Indonesia Emas 2045 dari bumi Kulon Progo.

Rekomendasi Untuk Anda

News

Komisi X DPR RI Desak Evaluasi Aturan Desil BPS: Jangan Sampai Anak Bangsa Putus Kuliah

KULON PROGO – Komisi X DPR RI mendesak pemerintah segera mengevaluasi skema pendesilan Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai syarat mutlak ...

Ekbis

Inovasi Mahasiswa UGM Ciptakan ‘Intoco’, Mesin Pengolah Cokelat Canggih Penyelamat UMKM Kulonprogo

KULONPROGO – Langkah nyata akademisi dalam mendukung UMKM lokal kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Melalui Program Kreativitas ...

News

Ratusan Kambing Ras Kaligesing Terbaik se-Indonesia Meriahkan Piala Raja #1 di Kulon Progo

KULON PROGO – Sebanyak 300 peternak dari berbagai daerah di Indonesia memeriahkan Kontes Ternak Kambing Ras Kaligesing Tingkat Nasional Piala ...

News

Jadi Pembina Upacara Bendera di SMPN 2 Galur, Wabup Motivasi Siswa Rajin Belajar

KULON PROGO – Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menekankan pentingnya pembentukan karakter, etika, dan integritas bagi para pelajar sejak ...

Ekbis

Luncurkan PRAMANA, Kulon Progo Siap Benahi Data Kemiskinan

KULON PROGO = Pemerintah Kabupaten Kulon Progo meluncurkan inovasi sistematis bernama PRAMANA (PRiksa lan pilah datA warga Miskin kAnthi NyatA) ...

News

Menoreh Art Festival dan Peluncuran Logo Resmi Warnai Kick Off Hari Jadi ke-75 Kulon Progo

KULON PROGO – Lautan manusia memadati Alun-Alun Wates pada Sabtu (12/9/2026) malam, saat Kick Off pembukaan rangkaian peringatan Hari Jadi ...

Tinggalkan komentar