Inovasi Mahasiswa UGM Ciptakan ‘Intoco’, Mesin Pengolah Cokelat Canggih Penyelamat UMKM Kulonprogo

Sayoto Ashwan

[addtoany]

Mahasiswa UGM menciptakan intoco untuk produksi cokelat. (Foto: istimewa)

KULONPROGO – Langkah nyata akademisi dalam mendukung UMKM lokal kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Melalui Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan IPTEK (PKM-PI), tim lintas disiplin UGM berhasil menciptakan Intoco (Integrated Tempering Operation with Cooling Heating Control), sebuah mesin pemanas dan pendingin cokelat yang cocok untuk UMKM.

Teknologi ini dihadirkan langsung untuk membantu Kelompok Wanita Tani (KWT) Pawon Gendis yang berlokasi di Banjarharjo, Kalibawang, Kulonprogo. Sebelum adanya Intoco, KWT Pawon Gendis harus mengolah cokelat secara manual dengan memakan waktu hingga satu jam. Tak hanya menyita waktu, proses manual tersebut memiliki tingkat kegagalan produksi hingga 40 persen akibat fluktuasi suhu yang amat sulit dikendalikan.

Melihat tingginya harga mesin tempering di pasaran, Intoco hadir sebagai jawaban atas kebutuhan teknologi tepat guna yang praktis, terukur, namun tetap terjangkau.

Kolaborasi Lintas Disiplin Berbasis Teknologi Canggih

Pengembangan Intoco digawangi oleh Muhammad Fajar selaku Ketua Tim PKM-PI, bersama Aziz Dafa Fadillah, Samuel Panji Sri Wijaya, Hanum Rahma Nurfadila, dan Nagita Selviana. Di bawah bimbingan Irfan Bahiuddin, dosen Sekolah Vokasi UGM, tim ini berhasil memadukan keahlian rekayasa mesin, ilmu pangan, hingga ekonomi pertanian.

Secara teknis, Intoco dibekali fitur mutakhir:

Sistem Suhu Berbasis Peltier: Menggabungkan pendingin dan pemanas yang didukung radiator secara presisi.

Pengaduk Otomatis (Mixer): Memastikan adonan cokelat tercampur merata selama proses tempering.

Layar Pemantau Real-Time: Memudahkan pengguna memantau dan mengontrol suhu adonan secara akurat.

Operasional Praktis, Tingkatkan Kualitas Produk

Pengoperasian Intoco dirancang sangat ramah pengguna. Anggota KWT cukup memasukkan pasta nibs, menyalakan mesin, lalu memilih menu “Temper” serta jenis cokelat yang diinginkan (milk atau dark) pada monitor. Mesin akan secara otomatis menjalankan siklus pemanasan dan pendinginan tanpa perlu pemrosesan terpisah.

Ketua Tim, Muhammad Fajar, menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari kebutuhan mendesak mitra di lapangan. “Pengembangan Intoco berangkat dari kebutuhan mitra terhadap proses tempering yang lebih efisien dan mudah dikendalikan,” ungkapnya pada Senin (14/9/2026).

Senada dengan Fajar, Irfan Bahiuddin menambahkan bahwa kolaborasi ini tidak hanya soal teknologi, tetapi juga keberlanjutan usaha. “Melalui inovasi ini, kami berharap Intoco dapat membantu mitra mengoptimalkan proses produksi, mengurangi tingkat kegagalan, serta mendorong pemanfaatan teknologi dalam pengembangan usaha cokelat,” tuturnya.

Inovasi yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI bersama UGM ini diharapkan tidak hanya menekan risiko kegagalan dan menjaga konsistensi kualitas produk Pawon Gendis, tetapi juga menjadi acuan teknologi bagi para pelaku industri cokelat lokal lainnya di Indonesia.

Rekomendasi Untuk Anda

News

Penyu Lekang Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Glagah

KULON PROGO – Petugas Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Glagah menemukan bangkai seekor penyu yang terdampar di kawasan Pantai ...

News

Perkumpulan Penambang Rakyat Yogyakarta Bagikan 250 Paket Sembako bagi Warga Terdampak

KULON PROGO – Perkumpulan Penambang Rakyat Yogyakarta (PPRY) menggelar kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan sekitar 250 paket sembako kepada warga ...

News

Musda Golkar Gunungkidul ‘Mangkrak’, Ratusan Kader Kumpul Desak Jalankan AD/ART

GUNUNGKIDUL – Dinamika internal Partai Golkar Kabupaten Gunungkidul kian memanas. Ratusan kader dan relawan dari berbagi kapanewon mendadak berkumpul menggelar ...

Ekbis

Disokong Sektor Pertanian dan Infrastruktur, Ekonomi Kulon Progo Melesat 5,4 Persen

KULON PROGO – Sektor pertanian dan percepatan infrastruktur menjadi motor utama melesatnya pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kulon Progo hingga menyentuh angka ...

News

Wujudkan Generasi Emas, Pemkab Kulon Progo Kobarkan Gerakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah

KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terus menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat tumbuh kembang dan masa depan anak-anak di ...

Olahraga

Hari Jadi Ke-75 Kulon Progo, Manunggal Run 2026 Diikuti 2.730 Peserta

KULON PROGO – Sebanyak 2.730 pelari dari berbagai kalangan usia memadati jalanan Kabupaten Kulon Progo dalam ajang lomba lari Manunggal ...

Tinggalkan komentar