SLEMAN – Kolaborasi lintas sektor resmi hadir di Kabupaten Sleman demi melahirkan generasi masa depan yang sehat dan berkualitas. Komitmen ini ditandai dengan peluncuran program percontohan (piloting) Posyandu Desa BRILiaN 1000 HPK dan Kebun Pangan Perempuan di Desa Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Rabu (21/10/2026).
Program strategis ini diluncurkan langsung oleh Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto (Titiek Soeharto), bersama Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan. Kegiatan ini didukung penuh oleh Rabu Biru Foundation (RBF), BRI Peduli, serta Pemerintah Kabupaten Sleman.
Langkah bersama ini menjadi wujud nyata keterpaduan peran antara pemerintah pusat, daerah, BUMN, lembaga non-pemerintah, dan masyarakat dalam mengawal 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) fase krusial sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Melalui sinergi ini, Posyandu tak hanya menjalankan fungsi layanan kesehatan dasar dan pemantauan tumbuh kembang anak, tetapi juga terintegrasi langsung dengan Kebun Pangan Perempuan.
Artikel Terkait
Pendekatan terpadu tersebut menghubungkan edukasi gizi berbasis komunitas dengan pemanfaatan potensi pangan lokal. Hasil panennya difungsikan sebagai bahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan melalui Kelompok Wanita Tani (KWT).
“Penguatan program 1.000 HPK dan Posyandu merupakan langkah vital bagi kesehatan ibu dan anak. Keberadaan Kebun Pangan Perempuan memegang peran kunci dalam mengoptimalkan pemanfaatan pangan lokal demi gizi masyarakat, sekaligus memberdayakan para kader dan KWT di lapangan,” ujar Titiek Soeharto.
Sementara itu, Wamen PPPA Veronica Tan menekankan pentingnya peran perempuan sebagai pilar ketahanan pangan keluarga. Menurutnya, Kebun Pangan Perempuan tidak hanya menyediakan gizi lokal, tetapi juga menjadi wadah berjejaring, mengasah keterampilan, dan membuka peluang ekonomi yang berdampak langsung pada kesejahteraan keluarga.
“Inisiatif ini sangat baik untuk meningkatkan kualitas generasi mendatang,” tegas Veronica.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi RBF dan BRI Peduli yang menjadikan Desa Hargobinangun sebagai model percontohan. Pemkab Sleman berharap inisiatif ini dapat terus berlanjut secara konsisten dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Sebagai penutup, Ketua Rabu Biru Foundation, Toro Sudarmadi, menegaskan bahwa RBF berperan sebagai jembatan yang menyatukan berbagai kebijakan nasional menjadi aksi konkret di tingkat akar rumput. Melalui kebersamaan antara kader, pemerintah, BUMN, dan masyarakat, layanan kesehatan ibu dan anak kini dapat berjalan seiring dengan pemenuhan gizi dan ketahanan pangan keluarga secara berkelanjutan.



















