Padukuhan Kroco Bersiap Jadi Kampung Iklim Lestari Pertama di DIY

Sayoto Ashwan

[addtoany]

Padukuhan Koco ditinjau tim

KULON PROGO – Padukuhan Kroco, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, Kulon Progo, bersiap mencatatkan sejarah baru bagi DIY. Wilayah ini resmi menjalani tahapan verifikasi lapangan oleh Tim Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) pada Selasa (18/8/2026) untuk membidik predikat Program Kampung Iklim (ProKlim) Lestari.

Jika berhasil lolos, Kroco akan dinobatkan sebagai wilayah pertama di DIY yang meraih predikat prestisius tersebut. Sebelumnya, Kroco telah mengantongi predikat ProKlim Utama pada tahun 2023.

Untuk melangkah ke level Lestari, tantangannya jauh lebih besar. Lokasi yang dinilai tidak hanya wajib mempertahankan aksi adaptasi dan mitigasi di wilayahnya sendiri, tetapi juga dituntut membina sedikitnya 10 wilayah baru di sekitarnya.

Tim Verifikator KLH, Koko Wijanarko, menegaskan bahwa filosofi utama ProKlim Lestari terletak pada daya tular dan dampak nyata bagi masyarakat luas.

“Tujuan intinya adalah melihat kampung yang sudah maju mampu membimbing kawasan sekitarnya agar sama-sama tangguh menghadapi perubahan iklim,” katanya.

Asisten Daerah 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Agung Kurniawan menilai Kroco sukses menerapkan konsep kolaborasi pentahelix yang menyatukan peran pemerintah, swasta melalui CSR, akademisi, hingga masyarakat lintas generasi secara konsisten.

“Kemandirian warga Kroco sejatinya lahir dari respon terhadap ancaman lingkungan harian seperti kekeringan dan tanah longsor,” katanya.

Melalui kelompok ProKlim Bantala Abyudaya yang dipimpin Sugiyanto, warga bergotong royong membangun sekitar 300 lubang penampungan air dan sumur resapan, menggenjot penggunaan pupuk organik hingga 9.000 kilogram, serta memilah sampah langsung dari sumbernya.

Dukuh Kroco, Slamet Supriyono, menambahkan budaya peduli lingkungan dan mitigasi bencana telah menyatu dalam keseharian warganya, sekaligus terintegrasi dengan sektor kesehatan, ekonomi kreatif, dan rumah data kependudukan.

Kini, Padukuhan Kroco telah bertransformasi menjadi laboratorium edukasi lingkungan yang telah menarik lebih dari 2.200 pengunjung dari berbagai daerah. Melalui verifikasi lapangan ini, Kroco selangkah lagi mengukuhkan posisinya sebagai pionir sekaligus episentrum percontohan kampung tangguh iklim di tingkat nasional.

Rekomendasi Untuk Anda

Ekbis

Manunggal Fair 2026 Sukses Besar, Tercatat ada 106.000 Pengunjung

KULON PROGO – Perhelatan tahunan yang paling ditunggu-tunggu warga, Manunggal Fair 2026, resmi menutup pameran pembangunannya di Alun-alun Wates pada ...

Olahraga

Cari Bibit Potensial, Kulon Progo Gelar Kejurkab Taekwondo 2026

KULON PROGO – Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Taekwondo Kulon Progo 2026 resmi digelar di GOR SMK N 2 Pengasih pada Sabtu ...

News

Tembus 5 Besar Nasional, Karang Taruna Hipenari Kulon Progo Diverifikasi Tim Penilai Pusat

KULON PROGO – Karang Taruna Hipenari asal Kalurahan Ngargosari, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo diverifikasi oleh Tim Penilai Karang Taruna ...

News

Kulon Progo Bergema! 639 Santri Cilik Bersaing di FASI XIII

KULON PROGO – Badan Koordinasi TKA-TPA (Badko) Kabupaten Kulon Progo sukses menggelar Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) XIII pada Ahad ...

News

KPH Yudanegara Tunjuk Kulon Progo Jadi Pilot Project Pemutakhiran Data Perkawinan

KULON PROGO – Kepala Dinas PMK2PS DIY, KPH Yudanegara menunjuk Kabupaten Kulon Progo sebagai pilot project pemutakhiran data pencatatan perkawinan ...

News

Bupati Rotasi Pejabat untuk Perkuat Layanan Publik

KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo merotasi dan melantik puluhan pejabat manajerial hingga pegawai negeri sipil (PNS) di Aula ...

Tinggalkan komentar