Pesta Rakyat di Kulon Progo Saat Ribuan Warga Menyatukan Langkah dalam Semarak Merdeka

Sayoto Ashwan

[addtoany]

Salah satu peserta dalam karnaval saat melintas di Alun-alun Wates, Sabtu (23/8/2026). (foto: istimewa)

KULON PROGO – Matahari Sabtu (22/8/2026) pagi belum terlalu tinggi, tetapi aspal di sekeliling Alun-Alun Wates sudah riuh oleh derap langkah ribuan warga. Tawa anak-anak bersahutan dengan tabuhan gamelan dan gemerincing kostum tari yang memantulkan cahaya. Udara pagi itu sarat dengan rasa suka cita yang membuncah, Kulon Progo tengah berpesta dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tahun ini, suasana perayaan terasa sedikit berbeda namun jauh lebih intim. Kebijakan efisiensi anggaran membuat perhelatan yang biasanya tersebar di tiap kapanewon kini berpadu dalam satu wadah di pusat kabupaten. Alih-alih menyurutkan semangat, keputusan tersebut justru memicu gelombang kebersamaan yang luar biasa.

Sebanyak 18 kontingen, mulai dari pelajar, pegiat sanggar seni, ormas, hingga komunitas nordic tumpah ruah menampilkan kreasi terbaik mereka di bawah tema Semarak Merdeka Berkembang Bersama.

Di antara riuhnya tepuk tangan penonton di depan tribun kehormatan, Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, tampak menyaksikan atraksi demi atraksi dengan senyum bangga. Baginya, parade ini bukan sekadar panggung unjuk bakat, melainkan bukti nyata kegigihan dan gotong royong warganya.

Semangat warga yang tampil sukarela tanpa paksaan menjadi cermin bahwa kemeriahan kemerdekaan tak pernah luntur oleh keterbatasan. Semarak karnaval ini sekaligus menghidupkan denyut nadi ekonomi kecil.

Di sudut-sudut alun-alun, deretan stan UMKM binaan dinas lokal dikerubungi pembeli, aroma jajanan tradisional bercampur dengan riuh tawar-menawar yang hangat.

Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Sutarman, menyebut kolaborasi lintas instansi dan dukungan perbankan daerah berhasil mengubah kesederhanaan format acara menjadi ruang temu yang menggerakkan pundi-pundi rupiah masyarakat.

Bagi warga biasa seperti Nanik, yang rela menempuh perjalanan dari Srikayangan, Sentolo bersama sang suami sejak pagi buta, karnaval ini adalah pelipur lara dan panggung kegembiraan yang dinanti. Sorak-sorai penonton, warna-warni kostum tradisional yang melintas, hingga kepulan asap penjual makanan jalanan menjadi mozaik indah tentang arti kemerdekaan di tingkat akar rumput sederhana, mandiri, dan penuh kehangatan persaudaraan.

Rekomendasi Untuk Anda

News

Tak Cukup Sekadar Bantuan, Kolaborasi dan Wirausaha Jadi Kunci Pengentasan Kemiskinan di Kulon Progo

KULON PROGO – Pengentasan kemiskinan tidak dapat diselesaikan hanya dengan menyalurkan program bantuan sosial, melainkan menuntut kolaborasi lintas sektor serta ...

Pariwisata

Akses Baru Menuju Debur Ombak Trisik, Jembatan Nglinggan Kembali Kokoh Membentang

KULON PROGO – Deru angin pesisir selatan menyambut derap langkah rombongan di atas aspal mulus yang masih anyar. Di bawah ...

Ekbis

Percepat Layanan Publik dan Efisiensi Energi, Pemkab Kulon Progo Gandeng BRI Wates

KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo menjalin kerja sama strategis dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor ...

News

Pesta Rakyat di Kulon Progo Saat Ribuan Warga Menyatukan Langkah dalam Semarak Merdeka

KULON PROGO – Matahari Sabtu (22/8/2026) pagi belum terlalu tinggi, tetapi aspal di sekeliling Alun-Alun Wates sudah riuh oleh derap ...

News

Panen Melon Merdeka di Giripeni, Perkuat Kemandirian Pangan dan Rangkul Petani Milenial

KULON PROGO – Lumbung Mataraman Bulak Peni, Kalurahan Giripeni, Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo, menggelar panen raya bertajuk “Panen Melon ...

News

PPK Ormawa 2026, Mahasiswa UMBY Latih Warga Depok Olah Kelapa Jadi Balsam

KULON PROGO – Mahasiswa Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) melaksanakan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026 di Panjatan dan ...

Tinggalkan komentar