KULON PROGO – Deru angin pesisir selatan menyambut derap langkah rombongan di atas aspal mulus yang masih anyar. Di bawah terik matahari Galur, bentang beton sepanjang 45,4 meter itu berdiri gagah, membelah aliran air tanpa sebatang pun pilar penghalang di tengahnya. Jembatan Nglinggan di Banaran, Galur, Kulon Progo, akhirnya terlahir kembali menuntaskan penantian panjang masyarakat pesisir dan pelancong yang rindu menyapa debur ombak Pantai Trisik.
Dua tahun silam, jalur ini sempat lumpuh. Arus deras sungai perlahan mengikis struktur bawah jembatan lama hingga amblas pada 2024. Akses utama menuju salah satu magnet wisata bahari Kulon Progo itu pun terputus, memaksa geliat ekonomi warga berjalan tertatih.
Kini, bayang-bayang kekhawatiran itu berganti rasa lega saat Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, bersama Wakil Bupati Ambar Purwoko dan jajaran Forkopimda menjejakkan kaki untuk memastikan jembatan siap dilalui kembali.
Artikel Terkait
Desain anyar jembatan ini membawa napas modern sekaligus solusi jangka panjang. Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DIY menerapkan sistem gelagar pracetak beranggaran Rp13,778 miliar dari dana Inpres Jalan Daerah (IJD).
Seluruh beban kini ditopang penuh oleh abutment kokoh di kedua bibir sungai. Aliran air di bawahnya mengalir bebas tanpa sekat, terbebas dari ancaman gerusan arus maupun tumpukan sampah ranting yang kerap menyangkut.
Dengan badan jalan selebar enam meter plus trotoar di kedua sisinya, kendaraan roda empat kini leluasa berpapasan tanpa harus bergantian mengantre. Pelebaran jalan penghubung dari Jembatan Kabanaran berfondasi agregat dan bahu beton kian menyempurnakan rasa aman pengendara.
Bagi warga sekitar, jembatan ini lebih dari sekadar tumpukan beton dan aspal. Ia adalah urat nadi yang mengalirkan kembali rezeki dari sektor perikanan, pertanian, hingga pariwisata.
Senyum semringah pun terpancar dari wajah Kepala Dusun Sidorejo, Jaka Samudra, saat menyaksikan jalan desanya kembali ramai. Meski warga masih menaruh asa agar pelebaran aspal dilanjutkan hingga bibir pantai, rampungnya Jembatan Nglinggan menjadi tonggak kebangkitan mobilitas di selatan Kulon Progo, merajut kembali asa warga dan memperlancar langkah para pencari ketenangan di pesisir Trisik.



















