KULON PROGO – Sebanyak 2.730 pelari dari berbagai kalangan usia memadati jalanan Kabupaten Kulon Progo dalam ajang lomba lari Manunggal Run 2026, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan yang digelar untuk memeriahkan Hari Jadi ke-75 Kabupaten Kulon Progo ini menyajikan dua pilihan rute dengan titik akhir di Alun-Alun Wates.
Ketua KONI Kulon Progo, Hamam Mutaqim, merinci ribuan peserta tersebut terdiri atas 866 pelajar SD sederajat, 519 peserta SMP sederajat, 617 peserta SMA sederajat, serta 728 peserta dari kategori umum. Jajaran Forkopimda, termasuk Wakil Bupati dan Dandim, turut serta menjajal rute bersama para peserta.
“Manunggal Run tak sekadar untuk meraih prestasi, tetapi merupakan wujud keamanunggalan persatuan dan kebersamaan antara pemerintah, masyarakat, serta generasi muda,” ujar Hamam usai kegiatan.
Artikel Terkait
Ajang yang telah memasuki edisi ke-38 ini menyediakan dua kategori lintasan. Rute pertama berjarak 3 km dengan garis start di Lapangan Pengasih, sementara rute kedua berjarak 7 km dimulai dari Lapangan Kaliagung, Sentolo. Pihak penyelenggara memberikan hadiah berupa uang pembinaan, piagam penghargaan, serta piala kepada lima pelari tercepat dari masing-masing kategori, mulai dari tingkat SD hingga umum.
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, menyatakan pemilihan lokasi start dari Pengasih dan Sentolo dilakukan untuk mempertahankan nilai historis daerah, mengingat kedua wilayah tersebut merupakan cikal bakal penggabungan Kabupaten Kulon Progo yang resmi bersatu pada 15 Oktober 1951. Ia berharap event tahunan ini ke depannya dapat masuk dalam kalender olahraga lari tingkat nasional.
Selain lomba lari, kemeriahan perayaan juga diisi dengan bazaar UMKM lokal dan panggung hiburan musik di Alun-Alun Wates. Sejumlah peserta, seperti Fanesa dari SMAN 1 Pengasih yang meraih juara 2 kategori SMA, mengaku antusias meski harus menaklukkan rute menantang yang naik turun.



















