KULON PROGO – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) DIY di Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah, terus dikebut untuk mengejar target tahun ajaran baru 2026 beroperasi. Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, optimistis proyek tersebut rampung tepat waktu.
Sekolah Rakyat ini dirancang menampung hingga 1.080 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Seluruh peserta didik nantinya akan mengikuti sistem pendidikan berbasis asrama sebagai upaya pembinaan yang lebih terintegrasi.
“Progres pembangunan lancar dan koordinasi baik. Mudah-mudahan bulan Juli nanti sudah bisa dimanfaatkan,” ujar Ambar saat meninjau lokasi pembangunan, Rabu (15/4/2026).
Artikel Terkait
Menurut Ambar, pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga menjadi bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi langkah strategis untuk memastikan tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah. Sekolah ini menjadi salah satu cara kita memotong mata rantai kemiskinan,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung program tersebut sebagai bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan memperluas akses pendidikan yang merata.
Sementara itu, perwakilan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kulon Progo, Wahyu W Senoaji, mengungkapkan bahwa progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 45 persen. Capaian tersebut dinilai cukup cepat dan masih berada dalam koridor perencanaan.
“Diharapkan bulan Juni secara fisik sudah siap sehingga Juli bisa beroperasi,” jelasnya.
Untuk mempercepat penyelesaian, jumlah tenaga kerja di lapangan telaha ditambah. Pengerjaan dilakukan secara simultan, mencakup pembangunan ruang belajar untuk semua jenjang pendidikan serta fasilitas pendukung lainnya.



















