KULON PROGO – Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) menyatakan kesiapannya sbagai embarkasi haji. Nereka siap mencetak sejarah baru sebagai pintu gerbang suci bagi ribuan jemaah haji tahun 2026.
General Manager YIA, Muhammad Thamrin mengatakan, kesiapan untuk penyelenggaraan haji sudah mencapai 90 persen. seluruh sarana prasarana dan sistem sudah siap sebagai embarkasi dan debarkasi jemaah dari wilayah DIY serta sebagian Jawa Tengah.
Sebagai salah satu bandara termodern di Indonesia, YIA memiliki spesifikasi teknis yang mumpuni untuk mendukung operasional haji yang padat. Landasan pacu memiliki panjang 3.250 meter dengan lebar 45 meter, sangat ideal untuk pesawat widebody seperti Airbus A330 hingga Boeing 777-300.
Artikel Terkait
Sedangkan kapasitas apron atau area parkir pesawat mampu menampung hingga 11 pesawat berbadan lebar sekaligus, memastikan kelancaran rotasi armada pengangkut jemaah.
“Kami sangat siap, baik dari sisi infrastruktur maupun personel. Harapannya, musim haji 2026 ini menjadi tonggak kesuksesan YIA sebagai embarkasi mandiri,” ungkapnya, Kamis (16/04/2026).
Salah satu inovasi yang disiapkan untuk meminimalisir penumpukan di terminal adalah sistem alur jemaah yang ringkas. Rahmat Febrian Syahrani, Airport Operation, Services & Security Division Head YIA, menjelaskan bahwa simulasi telah dilakukan sebanyak dua kali untuk memastikan efisiensi waktu.
“Seluruh proses check-in dilakukan langsung di hotel. Begitu tiba di bandara, jemaah bisa langsung diproses menuju pesawat tanpa harus melalui antrean panjang di area keberangkatan umum,” jelas Rahmat.
Begitu pula saat kepulangan (debarkasi), jemaah akan langsung dijemput dan diantar ke daerah asal masing-masing guna menjaga kenyamanan fisik jemaah pasca-perjalanan jauh.
Tahun ini, YIA akan melayani 26 Kelompok Terbang (Kloter) dengan total 9.320 jemaah. Masing-masing kloter akan mengangkut sekitar 360 orang. penerbangan perdana akan dilakukan pada 21 April.



















