KULON PROGO – Berbagai upaya terus dilakukan untuk menyiapkan Embarkasi dan Debarkasi Haji Yogyakarta International Airport (YIA) Tahun 2026. Kulonprogo telah ditunjuk sebagai pelaksana pilot project embarkasi haji berbasis hotel yang baru pertama dilaksanakan di Indonesia.
“Ini adalah marwah Kabupaten Kulon Progo dan marwah DIY. Sukses dan tidaknya ditentukan mulai tanggal 21 April mendatang. Saya minta jangan sampai ada persiapan sekecil apa pun yang terlewat,” kata Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko dalam rakor lintas sektoral, Kamis (16/4/2026).
Embarkasi ini berbeda dengan embarkasi pada umumnya. Para jemaah akan difasilitasi di Hotel Ibis dan Novotel di kawasan Temon. Dengan konsep bubble, pemeriksaan keamanan dan pemindaian X-ray dilakukan langsung di area hotel, dan jemaah nantinya langsung ke terminal tanpa harus checkin lagi.
Artikel Terkait
Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah DIY, Jauhar Mustofa, mengatakan, Embarkasi YIA tahun ini ditargetkan melayani 9.320 jemaah. Jemaah yang berangkat berasal dari DIY dan wilayah Kedu, Jawa Tengah, meliputi Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Magelang, hingga Temanggung.
“Kami telah melaksanakan dua kali simulasi penuh untuk memastikan seluruh SOP, mulai dari hotel hingga masuk ke pesawat menggunakan garbarata Garuda Indonesia, berjalan tanpa kendala,” jelas Jauhar.
Dengan persiapan yang kini memasuki tahap akhir, Kulon Progo optimis inovasi embarkasi berbasis hotel ini akan menjadi standar baru pelayanan haji di Indonesia yang lebih humanis dan efisien.



















