KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo kembali menyelenggarakan Festival Langen Carita antar Kapanewon sebagai agenda tahunan untuk melestarikan nilai-nilai budaya lokal. Berbeda dari tahun sebelumnya, festival kali ini mengusung tema besar pelestarian alam dan lingkungan hidup.
Pertunjukan opera berbahasa Jawa yang diikuti oleh kumpulan siswa Sekolah Dasar (SD) ini tidak lagi sekadar membawakan mitologi klasik. Para peserta diarahkan untuk menyoroti persoalan sampah serta mitigasi bencana alam melalui lakon yang dipentaskan.
Secara teknis, Langen Carita merupakan bentuk opera tradisional yang memadukan dialog ontowacono dengan lagu vokal, bukan sekadar kata-kata tembang pada umumnya. Hal ini membuat pesan yang disampaikan dalam cerita menjadi lebih dinamis dan mudah dipahami oleh penonton sebaya.
Artikel Terkait
Panitia penyelenggara menyatakan bahwa festival ini merupakan upaya strategis agar generasi muda, khususnya siswa SD, tetap mengenali dan menyukai budaya asli di tengah gempuran zaman. Jika tidak digencarkan sejak dini, dikhawatirkan nilai-nilai budaya tersebut akan hilang.
Selain sebagai ajang pelestarian atau nguri-uri budaya, partisipasi siswa dalam ajang ini juga memiliki nilai tambah di bidang akademik. Prestasi yang diraih para penari cilik ini dapat digunakan sebagai penambah poin pada sertifikat nilai untuk jenjang pendidikan selanjutnya.
Sebagai informasi, pemenang atau juara dalam festival tingkat kabupaten ini nantinya akan ditunjuk untuk mewakili Kabupaten Kulon Progo dalam ajang serupa di tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).



















