KULON PROGO – Kabupaten Kulon Progo bakal memiliki pusat pengembangan sumber daya manusia (SDM) skala nasional. Hal ini ditandai dengan groundbreaking pembangunan Muhammadiyah Training Center (MTC) oleh Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Non Formal (PNF) PP Muhammadiyah di Padukuhan Dhisil, Kalurahan Salamrejo, Kapanewon Sentolo, Sabtu (9/5/2026).
Pusat pelatihan ini diproyeksikan menjadi “kawah candradimuka” bagi jutaan siswa dan ribuan guru di bawah jaringan Muhammadiyah, sekaligus motor penggerak ekonomi baru bagi warga Kulon Progo.
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, menyambut baik proyek strategis ini. Ia menegaskan bahwa kehadiran MTC harus berdampak langsung pada kesejahteraan warga sekitar, terutama dalam hal ketersediaan lapangan kerja.
Artikel Terkait
“Saya berharap tenaga kerjanya juga berasal dari Kulon Progo. Kehadiran MTC ini menjadi bukti nyata kontribusi Muhammadiyah dalam memberdayakan masyarakat dan menciptakan aktivitas ekonomi baru di Sentolo,” ujar Agung dalam sambutannya.
Agung menambahkan, Pemkab Kulon Progo memberikan dukungan penuh, termasuk kemudahan dalam percepatan izin operasional, selama seluruh ketentuan administratif terpenuhi.
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Didik Suhardi, menjelaskan bahwa MTC dibangun untuk menjawab tantangan kualitas pendidikan di Indonesia. Saat ini, Muhammadiyah mengelola hampir 6.000 sekolah dengan lebih dari satu juta siswa yang membutuhkan pusat pelatihan terpadu.
MTC tidak hanya akan mengajarkan teori, tetapi juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern, antara lain Literasi & Digital, Teaching Factory hingga Program Internasional: Pusat pelatihan bahasa dan kerja sama double track dengan mitra dari Jerman untuk penyaluran tenaga kerja ke luar negeri.
Selain menjadi pusat pendidikan, MTC juga diproyeksikan menjadi destinasi spiritual tourism. Dengan konsep asrama yang representatif, pusat pelatihan ini diharapkan mampu menarik peserta dari berbagai daerah di Indonesia untuk menetap sementara di Sentolo, yang secara otomatis akan menghidupkan sektor UMKM di sekitar lokasi.
“Kami ingin tempat ini benar-benar memberi manfaat luas bagi masyarakat umum, bukan hanya internal Muhammadiyah. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kualitas manusia kita,” pungkas Didik.



















