13.669 Anak di DIY Tidak Sekolah, Eko Suwanto: Pemda Harus Segera Bertindak

Sayoto Ashwan

[addtoany]

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto. (foto: istimewa)

YOGYAKARTA – Fakta mengejutkan muncul di tengah predikat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai Kota Pendidikan. Sebanyak 13.669 anak di wilayah ini tercatat putus sekolah maupun tidak bersekolah. Kondisi darurat ini memicu reaksi keras dari Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto.

“Ini kabar dan fakta yang membuat kita sangat prihatin. Di kota pendidikan ini, masih ada belasan ribu anak usia sekolah yang tidak mengenyam bangku pendidikan,” ujar Eko Suwanto, Kamis (7/5/2026).

Angka anak tidak sekolah ini tersebar di lima kabupaten dan kota di DIY. Di Kabupaten Bantul: 3.727 anak, Kabupaten Gunungkidul, 3.429 anak dan Kabupaten Sleman 3.259 anak. Sedangkan di Kota Yogyakarta: 1.784 anak dan Kabupaten Kulon Progo 1.470 anak. Dari total 13.669 anak tersebut, sebanyak 8.066 anak telah terverifikasi, sementara 5.603 anak sisanya masih dalam tahap verifikasi.

Eko Suwanto, yang juga menjabat sebagai anggota Pansus LKPJ Tahun 2025 dari Fraksi PDI Perjuangan, menyayangkan kondisi ini diperparah dengan penurunan anggaran BOSDA (Bantuan Operasional Sekolah Daerah) DIY. Pada tahun 2025, anggaran BOSDA tercatat sebesar Rp206 miliar. Namun, pada tahun 2026, anggaran tersebut justru merosot menjadi Rp196,7 miliar, atau berkurang sekitar Rp9,2 miliar.

Eko mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) se-DIY untuk segera melakukan langkah konkret dan memberikan kepastian fasilitas pendidikan. Menurutnya, negara wajib hadir untuk menjamin akses pendidikan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Prinsipnya, negara harus hadir menerjemahkan perintah Konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Kami mendorong Pemda se-DIY segera mencari solusi, baik melalui penguatan anggaran maupun pendampingan di lapangan,” tambahnya.

Selain peran pemerintah, Eko juga berpesan kepada para orang tua untuk terus memberikan semangat kepada anak-anaknya agar tetap bersekolah meski di tengah keterbatasan.

“Pendidikan adalah kunci masa depan, semua pihak harus bergotong royong menyelesaikan persoalan ini,” pungkasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

News

Komisi X DPR RI Desak Evaluasi Aturan Desil BPS: Jangan Sampai Anak Bangsa Putus Kuliah

KULON PROGO – Komisi X DPR RI mendesak pemerintah segera mengevaluasi skema pendesilan Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai syarat mutlak ...

Ekbis

Inovasi Mahasiswa UGM Ciptakan ‘Intoco’, Mesin Pengolah Cokelat Canggih Penyelamat UMKM Kulonprogo

KULONPROGO – Langkah nyata akademisi dalam mendukung UMKM lokal kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Melalui Program Kreativitas ...

News

Ratusan Kambing Ras Kaligesing Terbaik se-Indonesia Meriahkan Piala Raja #1 di Kulon Progo

KULON PROGO – Sebanyak 300 peternak dari berbagai daerah di Indonesia memeriahkan Kontes Ternak Kambing Ras Kaligesing Tingkat Nasional Piala ...

News

Jadi Pembina Upacara Bendera di SMPN 2 Galur, Wabup Motivasi Siswa Rajin Belajar

KULON PROGO – Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menekankan pentingnya pembentukan karakter, etika, dan integritas bagi para pelajar sejak ...

Ekbis

Luncurkan PRAMANA, Kulon Progo Siap Benahi Data Kemiskinan

KULON PROGO = Pemerintah Kabupaten Kulon Progo meluncurkan inovasi sistematis bernama PRAMANA (PRiksa lan pilah datA warga Miskin kAnthi NyatA) ...

News

Menoreh Art Festival dan Peluncuran Logo Resmi Warnai Kick Off Hari Jadi ke-75 Kulon Progo

KULON PROGO – Lautan manusia memadati Alun-Alun Wates pada Sabtu (12/9/2026) malam, saat Kick Off pembukaan rangkaian peringatan Hari Jadi ...

Tinggalkan komentar