KULON PROGO – Generasi muda Nahdlatul Ulama (NU) di Kulon Progo didorong untuk menjadi garda terdepan dalam penguasaan teknologi informasi. Dalam forum yang diikuti kader Ansor hingga Gen Z, Anggota DPRD DIY Hifni M Nasikh menekankan pentingnya literasi AI agar pemuda daerah mampu bersaing di level provinsi maupun nasional.
“Kita siapkan generasi muda yang tidak hanya paham IT, tapi juga kompeten mengoperasikan AI untuk kemajuan daerah,” kata Hifni dalam acara sosialisasi di Pengasih, Sabtu (9/5/2026).
Hifni menekankan pentingnya masyarakat, khususnya generasi muda, untuk melek teknologi di era digital yang semakin canggih. Pemerintah Provinsi DIY berkomitmen penuh mendukung transformasi digital melalui penguatan infrastruktur dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Artikel Terkait
Hifni menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan agar masyarakat memahami potensi sekaligus mengantisipasi efek negatif dari pemanfaatan TI. Meski secara regulasi pemerintahan penggunaan AI belum diatur secara mendalam, ia mencatat beberapa instansi sudah mulai mengadopsi aplikasi berbasis AI untuk mendukung kinerja.
“Kami akan terus berkolaborasi dan mengundang pakar secara bertahap agar amanat Perda ini bisa menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Ini adalah upaya bersama agar kita semua melek TI,” tambah politisi PKB ini.
Acara ini menghadirkan praktisi Fendi Wiracandra untuk memberikan pemahaman dasar mengenai risiko dan peluang AI. Fendi menyebut langkah DPRD DIY ini sebagai inisiasi yang sangat positif. Pada pertemuan pertama ini, fokus utama adalah menyamakan persepsi mengenai dasar-dasar AI bagi pemula maupun yang sudah mengenal teknologi tersebut.
“Kita kembali ke dasar dulu, melihat peluang apa saja yang bisa dimanfaatkan dari AI serta risiko apa yang harus diwaspadai,” kata Fendi.
Inisiatif ini diharapkan menjadi langkah awal pembinaan berkelanjutan bagi pemuda di Kulon Progo agar lebih melek digital dan siap menghadapi tantangan zaman.



















