Muhammadiyah Bangun Pusat Pelatihan di Sentolo, Bupati: Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

Sayoto Ashwan

[addtoany]

Groundbreaking pembangunan gedung MUhammadiyah Training Center di Sentolo, Minggu (10/5/2026). (foto: istimewa)

KULON PROGO – Kabupaten Kulon Progo bakal memiliki pusat pengembangan sumber daya manusia (SDM) skala nasional. Hal ini ditandai dengan groundbreaking pembangunan Muhammadiyah Training Center (MTC) oleh Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Non Formal (PNF) PP Muhammadiyah di Padukuhan Dhisil, Kalurahan Salamrejo, Kapanewon Sentolo, Sabtu (9/5/2026).

Pusat pelatihan ini diproyeksikan menjadi “kawah candradimuka” bagi jutaan siswa dan ribuan guru di bawah jaringan Muhammadiyah, sekaligus motor penggerak ekonomi baru bagi warga Kulon Progo.

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, menyambut baik proyek strategis ini. Ia menegaskan bahwa kehadiran MTC harus berdampak langsung pada kesejahteraan warga sekitar, terutama dalam hal ketersediaan lapangan kerja.

“Saya berharap tenaga kerjanya juga berasal dari Kulon Progo. Kehadiran MTC ini menjadi bukti nyata kontribusi Muhammadiyah dalam memberdayakan masyarakat dan menciptakan aktivitas ekonomi baru di Sentolo,” ujar Agung dalam sambutannya.

Agung menambahkan, Pemkab Kulon Progo memberikan dukungan penuh, termasuk kemudahan dalam percepatan izin operasional, selama seluruh ketentuan administratif terpenuhi.

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Didik Suhardi, menjelaskan bahwa MTC dibangun untuk menjawab tantangan kualitas pendidikan di Indonesia. Saat ini, Muhammadiyah mengelola hampir 6.000 sekolah dengan lebih dari satu juta siswa yang membutuhkan pusat pelatihan terpadu.

MTC tidak hanya akan mengajarkan teori, tetapi juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern, antara lain Literasi & Digital, Teaching Factory hingga Program Internasional: Pusat pelatihan bahasa dan kerja sama double track dengan mitra dari Jerman untuk penyaluran tenaga kerja ke luar negeri.

Selain menjadi pusat pendidikan, MTC juga diproyeksikan menjadi destinasi spiritual tourism. Dengan konsep asrama yang representatif, pusat pelatihan ini diharapkan mampu menarik peserta dari berbagai daerah di Indonesia untuk menetap sementara di Sentolo, yang secara otomatis akan menghidupkan sektor UMKM di sekitar lokasi.

“Kami ingin tempat ini benar-benar memberi manfaat luas bagi masyarakat umum, bukan hanya internal Muhammadiyah. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kualitas manusia kita,” pungkas Didik.

Rekomendasi Untuk Anda

News

Penyu Lekang Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Glagah

KULON PROGO – Petugas Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Glagah menemukan bangkai seekor penyu yang terdampar di kawasan Pantai ...

News

Perkumpulan Penambang Rakyat Yogyakarta Bagikan 250 Paket Sembako bagi Warga Terdampak

KULON PROGO – Perkumpulan Penambang Rakyat Yogyakarta (PPRY) menggelar kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan sekitar 250 paket sembako kepada warga ...

News

Musda Golkar Gunungkidul ‘Mangkrak’, Ratusan Kader Kumpul Desak Jalankan AD/ART

GUNUNGKIDUL – Dinamika internal Partai Golkar Kabupaten Gunungkidul kian memanas. Ratusan kader dan relawan dari berbagi kapanewon mendadak berkumpul menggelar ...

Ekbis

Disokong Sektor Pertanian dan Infrastruktur, Ekonomi Kulon Progo Melesat 5,4 Persen

KULON PROGO – Sektor pertanian dan percepatan infrastruktur menjadi motor utama melesatnya pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kulon Progo hingga menyentuh angka ...

News

Wujudkan Generasi Emas, Pemkab Kulon Progo Kobarkan Gerakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah

KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terus menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat tumbuh kembang dan masa depan anak-anak di ...

Olahraga

Hari Jadi Ke-75 Kulon Progo, Manunggal Run 2026 Diikuti 2.730 Peserta

KULON PROGO – Sebanyak 2.730 pelari dari berbagai kalangan usia memadati jalanan Kabupaten Kulon Progo dalam ajang lomba lari Manunggal ...

Tinggalkan komentar