YOGYAKARTA – Bagi seorang pelari maraton, tantangan terbesar sebelum melepas penat di garis start sering kali bukan soal fisik, melainkan waktu. Jadwal steril area yang dimulai sejak subuh kerap membuat para pelari muslim dilematis dalam menunaikan ibadah salat.
Berangkat dari keresahan tersebut, sebuah langkah berani diambil oleh DS Modest, jenama modest lifestyle dari Yogyakarta. Di tengah megahnya BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026, mereka hadir membawa misi spiritual bertajuk #MudahkanIbadahmu melalui konsep “Musala en Route”.
Konsep sporty spiritual ini lahir untuk menjembatani tingginya mobilitas masyarakat urban dengan kewajiban agama.
Artikel Terkait
“Salat itu kewajiban yang gak boleh lewat dalam kondisi apa pun. Kami mau membuktikan kalau gaya hidup aktif dan nilai spiritual itu bisa jalan barengan,” ujar Anin, CEO DS Modest
Menurut Anin, CEO DS Modest, mengintegrasikan tempat ibadah darurat di ajang sekelas JAKIM membutuhkan kurasi yang sangat ketat. Manajemen wudhu yang tak bikin area basah serta penyediaan sajadah yang higienis menjadi tantangan utama yang berhasil mereka selesaikan.
Kehadiran musala darurat ini menjadi bukti nyata bahwa mengejar prestasi fisik tidak harus mengorbankan kewajiban kepada Sang Pencipta.



















