Juru Foto Candi Borobudur-Prambanan Dibekali Layanan Prima

Sayoto Ashwan

[addtoany]

Jurnalis Antara Anis Efizudin mengajarkan teknik fotografi kepada juru foto di Candi Borobudur. (foto: istimewa)

YOGYAKARTA – Fotografer wisata di kawasan candi Prambanan, Borobudur dan Ratu Boko tidak hanya sekadar mahir menekan tombol rana kamera. Lewat program InJourney Community Care, mereka dibekali ilmu hospitality (pelayanan prima) dan teknik narasi visual kelas dunia.

Langkah ini diambil oleh InJourney Destination Management (IDM) untuk mendongkrak kompetensi 108 fotografer lokal yang tergabung dalam Koperasi Pariwisata (Kopari) Borobudur dan Koperasi Pariwisata Fotografer Prambanan (Kopapra). IDM menggandeng dua jurnalis foto senior, Ferganata Indra (Harian Kompas) untuk area Prambanan dan Anis Efizudin (LKBN ANTARA) untuk area Borobudur.

Di Prambanan, rentang usia anggota koperasi berkisar antara 19 hingga 70 tahun. Mereka adalah saksi hidup sejarah yang telah beradaptasi dari era kamera analog dan polaroid pada tahun 1994, hingga era digital saat ini.

“Tantangan terbesar yang kami hadapi adalah mengikuti perkembangan teknologi, tren fotografi, dan gaya visual yang terus berubah,” ujar Ketua Kopapra, R Jarot Wuryanto.

Di era modern, ekspektasi wisatawan yang semakin tinggi menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, pelatihan ini tidak hanya fokus pada teknis pencahayaan atau komposisi gambar, melainkan pada cara berkomunikasi dan membangun kenyamanan pengunjung.

General Manager Prambanan dan Ratu Boko, Leonardus Adityo Nugroho, menegaskan bahwa foto yang dibawa pulang wisatawan harus mampu berbicara.

“Setiap foto yang dihasilkan dapat menjadi jendela yang menghubungkan wisatawan dengan nilai-nilai sejarah, budaya, dan keindahan candi,” kata Leonardus.

Commercial Group Head PT Taman Wisata Borobudur, AY Suhartanto, mengingatkan pentingnya aspek hospitality. Menurutnya, profesi ini dituntut untuk menghadirkan kenangan yang berkesan, bukan sekadar dokumentasi kaku.

Melalui program Community Care ini, IDM berkomitmen untuk terus memberdayakan komunitas lokal. Juru foto wisata kini bukan lagi sekadar pelengkap destinasi, melainkan garda terdepan yang ikut membentuk citra positif dan menjaga kualitas Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko sebagai warisan budaya dunia.

Rekomendasi Untuk Anda

News

Penyu Lekang Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Glagah

KULON PROGO – Petugas Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Glagah menemukan bangkai seekor penyu yang terdampar di kawasan Pantai ...

News

Perkumpulan Penambang Rakyat Yogyakarta Bagikan 250 Paket Sembako bagi Warga Terdampak

KULON PROGO – Perkumpulan Penambang Rakyat Yogyakarta (PPRY) menggelar kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan sekitar 250 paket sembako kepada warga ...

News

Musda Golkar Gunungkidul ‘Mangkrak’, Ratusan Kader Kumpul Desak Jalankan AD/ART

GUNUNGKIDUL – Dinamika internal Partai Golkar Kabupaten Gunungkidul kian memanas. Ratusan kader dan relawan dari berbagi kapanewon mendadak berkumpul menggelar ...

Ekbis

Disokong Sektor Pertanian dan Infrastruktur, Ekonomi Kulon Progo Melesat 5,4 Persen

KULON PROGO – Sektor pertanian dan percepatan infrastruktur menjadi motor utama melesatnya pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kulon Progo hingga menyentuh angka ...

News

Wujudkan Generasi Emas, Pemkab Kulon Progo Kobarkan Gerakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah

KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terus menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat tumbuh kembang dan masa depan anak-anak di ...

Olahraga

Hari Jadi Ke-75 Kulon Progo, Manunggal Run 2026 Diikuti 2.730 Peserta

KULON PROGO – Sebanyak 2.730 pelari dari berbagai kalangan usia memadati jalanan Kabupaten Kulon Progo dalam ajang lomba lari Manunggal ...

Tinggalkan komentar