KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menegaskan komitmennya untuk mendukung pemerataan pendidikan inklusif tanpa diskriminasi. Hal ini ditegaskan Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, saat menjadi pembina upacara bendera di SLB Bhakti Wiyata, Giripeni, Wates, Senin (27/7/2026).
“Pemkab Kulon Progo memegang prinsip keadilan bagi seluruh satuan pendidikan. Meski kewenangan ada di DIY, Pemkab Kulon Progo memastikan tetap akan memberikan dukungan serta bantuan pelayanan yang sama,” kata Ambar.
Ambar mengatakan, kehadiran jajaran Pemkab ke sekolah-sekolah bertujuan untuk menyerap aspirasi dan melihat langsung permasalahan fasilitas sarana dan prasarana (sarpras) yang dihadapi di lapangan.
Kepala Sekolah SLB Bhakti Wiyata, Tresnaning Putri, menyambut positif kunjungan Pemkab Kulon Progo. Sekolah ini mengampu 59 siswa berkebutuhan khusus dari jenjang SDLB hingga SMALB.
Artikel Terkait
“Sebenarnya minta yang menyekolahkan tinggi, tetapi kami harus membatasi maksimal 10 siswa baru karena keterbatasan SDM dan rasio guru pendamping,” katanya.
SLB Wiyata Bakti memiliki 15 tenaga pendidik, 3 tenaga kependidikan, dan 3 guru kunjung yang seluruhnya masih berstatus non-ASN. Rasio penanganan siswa, khususnya anak dengan autisme, idealnya satu guru memegang satu siswa.
“Siswa tetap mengukir berbagai prestasi, di antaranya pada cabang olahraga tenis meja dan atletik, hingga bidang seni seperti FLS2N dan LKS,” katanya.



















