Puluhan KOKAM Geruduk Polres Kulonprogo, Ini Masalahnya

Sayoto Ashwan

Puluhan KOKAM mendatangi Polres Kulon Progo untuk melaporkan kasus penganiayaan, Rabu (4/2/2026). (foto: istimewa)

KULON PROGO – Puluhan anggota KOKAM (Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah) mendatangi Polres Kulonprogo, untuk melaporkan kasus penganiayaan yang menimpanya anggotanya. Para kader Muhammadiyah ini juga mendesak polisi untuk menertibkan peredaran miras ilegal.

Kasus penganiayaan ini menimpa MFM (19) warga Sleman yang merupakan anggota KOKAM. Selama ini korban bekerja sebagai petugas keamanan di RS PKU MUhammadiyah Nanggulan.

“Kami datang untuk melapor agar proses hukum kasus penganiayaan ini diusut tuntas,” katanya.

Kasus penganiayaan ini terjadi pada Senin (1/2/2026) malam. Saat itu ada pasien yang datang diantar dua orang temannya. Mereka masuk di UGD dan berbicara terlalu keras sehingga ditegur oleh perawat.

Para pelaku ini kemudian pindah di depan pintu UGD sambil merokok. Karena aturan di kompleks rumah sakit tidak boleh merokok, korban yang berjaga kemudian menegur dan mengarahkan pelaku agar merokok di parkiran.

Para pelaku kemudian mengajak korban ke parkiran dan mereka terlibat cekcok. Pelaku kemudian menyundul muka korban sehingga mengakibatkan luka pada bibir bawah.

“Permasalah ini sudah sempat diselesaikan secara damai dan pelaku pergi,” katanya.

Namun pelaku justru datang lagi dengan membawa teman-temannya dengan alasan untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Saat itu korban diajak ke parkiran dan disuruh masuk ke dalam mobil. Karena korban menolak sehingga terjadi cekcok. Puncaknya korban dikeroyok beberapa orang yang mengakibatkan luka memar dan nyeri di wajah dan tubuhnya.

“Kami juga mendorong polisi untuk menertibkan peredaran miras ilegal,” ujar anggota DPRD Kulonprogo ini.

Kasi Humas Polres Kulonprogo Iptu Sarjoko membenarkan adanya laporan penganiayaan yang masuk ke Polres Kulonprogo. Hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan.

“Kasus ini masih diselidiki, dan sudah ada beberapa saksi yang dimintai keterangan,” kata Sarjoko.

Rekomendasi Untuk Anda

News

DPC PKB Kulon Progo Gelar Pra Muscab, Sejumlah Nama Berpeluang Jadi Ketua

KULON PROGO – Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kulon Progo menggelar Pra Muscab (musyawarah cabang) yang digelar ...

News

Jembatan Garuda di Nanggulan Dibangun, Target Selesai 30 Hari

KULON PROGO – Pembangunan Jembatan Garuda yang menghubungkan Padukuhan Jatingarang Lor dan Bejaten di Kalurahan Jatisarono, Nanggulan, dimulai Selasa (31/3/2026). ...

News

Belum Ada Kepastian Kepulangan, Keluarga Ingin Praka Farizal Rhomadhon Dimakamkan di TPU Sidorejo

KULON PROGO – Belum ada kepastian kapan jenazah Praka Farizal Rhomadhon diterbangkan ke tanah air. Pihak keluarga ingin almarhum dimakamkan ...

News

Prajurit TNI Asal Sidorejo, Lendah Gugur dalam Misi PBB di Lebanon

KULON PROGO – Kabar duka datang dari misi perdamaian PBB (UNIFIL). Praka Farizal Rhomadhon, prajurit asal Sidorejo, Lendah, Kulonprogo, dinyatakan ...

News

Selamat dari Kecelakaan, Bos Rokok HS Ajak 150 Karyawan Umrah sebagai Wujud Syukur

MAGELANG – Suasana haru menyelimuti pabrik rokok HS di Muntilan, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (27/3/2026). Pemilik usaha, Muhammad Suryo, datang ...

Ekbis

Pameran Industri Terpadu Bakal Digelar di Yogyakarta, dari Makanan, Kemasan hingga Printing

YOGYAKARTA – Kota Yogyakarta kembali dipilih menjadi tuan rumah tiga pameran industri terbesar di Jawa bagian tengah, Jogja Food & ...

Tinggalkan komentar