KULON PROGO – Sebanyak 22 Klien Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta berbaur dengan warga setempat dan mahasiswa KKN UGM mengikuti kerja bakti massal di Pasar Cublak di Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Kulon Progo, Rabu (24/6/2026). Kegiatan ini merupakan langkah konkret implementasi paradigma hukum humanis, sekaligus pemanasan menjelang pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru yang menitikberatkan pada pidana kerja sosial dan pidana pengawasan.
Aksi bersih-bersih bertajuk “BAKPIA” (Bapas Koordinasi, Pengawasan, Pembimbingan, dan Aksi Sosial) ini bukan sekadar agenda normatif. Kepala Bapas Kelas I Yogyakarta, Galih Rakasiwi, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk meruntuhkan stigma negatif dan membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap para klien yang sedang menjalani masa reintegrasi sosial.
“Kami ingin menunjukkan bahwa klien pemasyarakatan memiliki semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang nyata,” ujar Galih.
Artikel Terkait
Galih menambahkan, fasilitas umum seperti pasar, destinasi wisata, hingga tempat ibadah sengaja dipilih agar dampak positifnya langsung dirasakan oleh publik. Di Kulon Progo, aksi serupa sebelumnya telah sukses menyasar beberapa titik, mulai dari Taman Wanawinulang, BUMDES Kalipapah, hingga kawasan wisata Curug Sidoharjo.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kulon Progo, Triyono, meminta masyarakat untuk menghapus kekhawatiran dan membuka pintu penerimaan bagi para mantan pelanggar hukum agar bisa kembali produktif.
“Mari kita sambut dan dorong mereka ke arah yang lebih baik, karena mereka adalah bagian dari kita. Pemkab Kulon Progo juga telah menjalin MoU dengan Bapas untuk memfasilitasi program ini,” kata Triyono.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan DIY, M Ali Syeh Banna menyebut, sinergi dengan pemda adalah kunci sukses gerakan nasional ini. Ke depan, penempatan kerja sosial akan dirancang lebih spesifik.
“Penempatan kerja sosial akan disesuaikan dengan hasil asesmen, minat, dan bakat para klien, sehingga mereka dapat berkontribusi secara maksimal bagi lingkungan,” tegas Ali.















