KULON PROGO – Polres Kulon Progo menyiagakan 350 personel untuk menghadapai ancaman bencana hidrometeorologi. Setiap personel juga akan dilengkapi dengan sarana dan prasarana pendukung.
“Ada 350 personel kepolisian yang disiapkan. Selain itu ada 161 personel dan stakeholder lain, dari TNI, BPBD, Basarnas dan BMKG,” kata Kapolres Kulon Progo AKBP Wilson Bugner F Pasaribu pada Apel Kesiapsiagaan Dalam Rangka Tanggap Bencana Hidrometeorologi di halaman Polres Kulon Progo, Rabu (5/11/2025).
Dalam tanggap darurat ini, polisi akan berperana sebagai penggerak bersama stakeholder yang lain. Semuanya akan bersiap siaga dan bekerja sama untuk menghadapi segala kemungkinan bencana.
Artikel Terkait
Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo, Setiawan Tri widodo mengatakan, Pemkab Kulon Progo saat ini telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana. Hal ini mendasarkan dari data lapangan dan hasil assessment dampak bencana yang terjadi di beberapa titik lokasi.
“Dengan penetapan status Siaga Darurat, maka seluruh perangkat daerah yang terlibat dalam penanganan bencana, bisa menggunakan dana Belanja Tak Terduga (BTT) untuk penanganan kedaruratan bencana,” katanya.
Anggaran yang disiapkan mencapai Rp10 miliar. Anggaran ini tidak hanya untuk penanganan bencana, namun semuanya.
“Beberapa kejadian kecil sudah ada dan kami akan terus melakukan assesment,” katanya.
Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko mengapresiasi peran kepolisian, pemerintah, dan stakeholder lainnya dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Kerja sama ini adalah wujud kepedulian terhadap masyarakat. Serta aksi solidaritas untuk melindungi masyarakat.
“Perlu penguatan sinergi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang mungkin terjadi ditengah kondisi cuaca yang tak menentu,” katanya.















