Kunjungi Ariendra Ralea, My Esti Wijayati Pastikan Ada Jaminan Soial dan Pendidikan

Sayoto Ashwan

Wakil Ketua Komisi X My Esti Wijayati mengunjungi Ariendra Ralea, siswa SD Gembongan yang harus sekolah sambil mengasuh adiknya di sekolah. (foto: S Ashwan)

KULON PROGO – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, My Esti Wijayati mengunjungi keluarga Ariendra Ralea Irgantari (9) yang sekolah sambil mengasuh anaknya, Jumat (30/1/2026). Politisi PDIP ini memberikan suport moral kepaa Rubiyanti ibu dari Alea dan memastikan adanya jaminan sosial dan pendidikan.
Dalam kunjungan tersebut, My Esti didampingi sejumlah anggota Fraksi PDIP DPRD Kulon Progo. Esti juga mneyerahkan sejumlah bantuan kepada keluarga ini.

Menurut Esti, kebijakan pendidikan harus berpihak kepada keluarga rentan. Ia menilai fleksibilitas sekolah menjadi kunci agar anak tetap dapat belajar meski berada dalam tekanan ekonomi dan kondisi keluarga yang sulit.

“Kami apresiasi kebijakan SD Negeri Gembongan yang memberikan toleransi kepada Lea dengan mengizinkan adiknya ikut ke sekolah. Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk kepedulian nyata pihak sekolah terhadap kondisi keluarga siswa,” kata Esti.

Esti melihat sekolah telah memberikan ruang yang sangat baik. Lea tetap bisa sekolah sambil mengasuh adiknya saat ditinggal ibunya yang harus menjalani kemoterapi dan radioterapi karena menderita kanker payudara di RS Hardjolukito.

Esti juga akan memberikan pendampingan kepada Ralea, dan akan memfasilitasi kebutuhan sekolahnya sampai lulus SD. Upaya ini dilakukan agar keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi masa depan pendidikan anak.

My Esti juga mendorong pemenuhan hak jaminan sosial keluarga tersebut. Rubiyanti saat ini belum terdaftar sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH), meskipun secara kondisi ekonomi masuk kategori prioritas. Apalagi memiliki balita dan anak usia sekolah.

“Kami akan mengupayakan sinkronisasi kebijakan daerah dan pusat, termasuk berkomunikasi dengan lurah, dukuh, serta pendamping keluarga agar prosesnya bisa dipercepat,” jelasnya.

My Esti menegaskan bahwa persoalan kemanusiaan harus ditangani secara kolaboratif. Sinergi antara pemerintah desa, daerah, hingga pusat menjadi kunci agar perlindungan sosial benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan.

“Ini bagian dari tanggung jawab untuk menumbuhkan kepedulian bersama,” katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

News

Polda DIY Bagikan Biaya Living Cost bagi 306 Mahasiswa Sumatera di Jogja

YOGYAKARTA – Kepolisian Daerah (Polda) DIY membagikan bantuan biaya hidup (living cost) kepada 306 mahasiswa asal Sumatera yang tengah menempuh ...

Tokoh

Kepala DPMPTSP Sarji: Komitmen Ciptakan Iklim Investasi Kondusif

KULON PROGO – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kulon Progo Sarji berkomitmen untuk memacu ...

News

Juru Foto Candi Borobudur-Prambanan Dibekali Layanan Prima

YOGYAKARTA – Fotografer wisata di kawasan candi Prambanan, Borobudur dan Ratu Boko tidak hanya sekadar mahir menekan tombol rana kamera. ...

News

Lurah Garongan Kulonprogo Resmi Jadi Tersangka Korupsi Pungli

KULONPROGO – Satreskrim Polres Kulonprogo menaikkan status Lurah Garongan, Ngadiman dari saksi menjadi tersangka. Dengan status ini, posisi lurah akan ...

News

As Roda Patah Saat Menanjak, Dump Truck Terguling di Sidomulyo

KULON PROGO – Kecelakaan lalu lintas tunggal menimpa satu unit dump truck di Jalan Tanggulangin-Clereng, tepatnya di sebelah utara simpang ...

Olahraga

10.200 Pelari dari 17 Negara Siap Ramaikan Mandiri Jogja Marathon 2026

YOGYAKARTA – Sebanyak 10.200 pelari dari 17 negara siap mengikuti Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 yang akan digelar di kawasan ...

Tinggalkan komentar