Dinas Pariwisata Kembangkan Sport Tourism, Tawarkan Sensasi Paralayang dan Arung Jeram

Sayoto Ashwan

[addtoany]

Dinpar Kulon Progo kembangkan sport tourism dengan mengembangkan olahraga dan wisata paralayang. (foto: istimewa)

KULON PROGO – Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo mengembangkan olah raga minat khusus (sport tourism) di kawasan Perbukitan Menoreh. Ada dua petualangan yang ditawarkan berupa wisata paralayang dan arung jeram.

Petualangan seru ini dimulai dari Gerbang Samudra Raksa di Kapanewon Kalibawang, tempat para wisatawan diajak menaklukkan jeram sungai yang menyegarkan. Tak berhenti di situ, perjalanan dilanjutkan menggunakan armada jeep menembus jalur perbukitan menuju puncak Giri Sembung untuk menikmati atraksi utamanya, yaitu Paralayang Tandem.

Kepala Dinas Kominfo Kulon Progo, Bambang Sutrisno, menyebut kawasan Giri Sembung sebagai lokasi yang sangat eksotis dengan pemandangan luar biasa, sehingga sangat layak menjadi acuan utama sport tourism daerah.

Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko yang turut hadir memantau lokasi menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk membawa pariwisata Kulon Progo naik kelas dari tingkat lokal, nasional, hingga mancanegara. Ambar optimis karena Giri Sembung menyajikan hamparan sawah hijau, megahnya Perbukitan Menoreh, serta embusan angin ideal yang berlangsung sejak Maret hingga Oktober.

“Kami ingin mengenalkan sampai di level nasional bahkan regional,” kata Ambar, Jumat (24/7/2026)

Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Sutarman menjelaskan bahwa wisata ini mengusung konsep Quality Tourism yang mengutamakan kualitas pengalaman dan keamanan. Hasil kolaborasi bersama BUMDes Banjarasri, Federasi Aero Sport Indonesia, serta Federasi Arung Jeram Indonesia ini menawarkan paket wisata terpadu satu hari. Dengan tarif empat ratus lima puluh ribu rupiah per terbang yang sudah mencakup instruktur profesional, fasilitas paralayang di Giri Sembung yang beroperasi setiap Jumat hingga Minggu kini rutin menerima puluhan pemesan per harinya.

Ketua Desa Wisata Banjarasri, Isfi Sholikhah, mengungkapkan bahwa sejak dibuka resmi pada akhir Mei lalu, penerbang tandem telah menembus hampir tiga ratus orang. Menariknya, daya tarik keindahan Menoreh dari udara ini juga telah memikat belasan wisatawan mancanegara asal Tiongkok, Korea Selatan, hingga Malaysia.

Kehadiran wisata olahraga ini juga dipastikan memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar. Meski peran pilot membutuhkan pelatihan bertahun-tahun, warga lokal tetap dilibatkan aktif dalam ekosistem pendukung, seperti penyedia armada transpor antar-jemput, pelaku UMKM kuliner, hingga pengelolaan kawasan perkemahan. Didukung pembiayaan Dana Keistimewaan DIY dan APBD untuk pembenahan infrastruktur jalan serta landasan, sinergi lintas sektor ini optimistis menjadikan Kalibawang sebagai magnet baru pariwisata berkelas dunia.

Rekomendasi Untuk Anda

News

Penyu Lekang Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Glagah

KULON PROGO – Petugas Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Glagah menemukan bangkai seekor penyu yang terdampar di kawasan Pantai ...

News

Perkumpulan Penambang Rakyat Yogyakarta Bagikan 250 Paket Sembako bagi Warga Terdampak

KULON PROGO – Perkumpulan Penambang Rakyat Yogyakarta (PPRY) menggelar kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan sekitar 250 paket sembako kepada warga ...

News

Musda Golkar Gunungkidul ‘Mangkrak’, Ratusan Kader Kumpul Desak Jalankan AD/ART

GUNUNGKIDUL – Dinamika internal Partai Golkar Kabupaten Gunungkidul kian memanas. Ratusan kader dan relawan dari berbagi kapanewon mendadak berkumpul menggelar ...

Ekbis

Disokong Sektor Pertanian dan Infrastruktur, Ekonomi Kulon Progo Melesat 5,4 Persen

KULON PROGO – Sektor pertanian dan percepatan infrastruktur menjadi motor utama melesatnya pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kulon Progo hingga menyentuh angka ...

News

Wujudkan Generasi Emas, Pemkab Kulon Progo Kobarkan Gerakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah

KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terus menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat tumbuh kembang dan masa depan anak-anak di ...

Olahraga

Hari Jadi Ke-75 Kulon Progo, Manunggal Run 2026 Diikuti 2.730 Peserta

KULON PROGO – Sebanyak 2.730 pelari dari berbagai kalangan usia memadati jalanan Kabupaten Kulon Progo dalam ajang lomba lari Manunggal ...

Tinggalkan komentar