KULON PROGO – Pelaksanaan upacara bendera di MTs Negeri 3 Kulon Progo, Kalurahan Donomulyo, Kapanewon Nanggulan, Senin (19/10/2026) berlangsung berbeda. Kegiatan rutin tersebut dirangkai dengan program Kesbangpol Goes To School yang memfokuskan edukasi pencegahan judi online (judol), paham radikalisme, hingga pinjaman online (pinjol) bagi kalangan pelajar.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kulon Progo, Triyono, bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara. Kegiatan ini diikuti seluruh siswa serta jajaran guru, dan turut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kulon Progo, Panewu Nanggulan, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kulon Progo.
Triyono mengatakan, judi online dan radikalisme merupakan ancaman nyata yang dapat merusak karakter, akhlak, serta mentalitas generasi muda. Ia menyebut kegiatan edukasi ke sekolah-sekolah ini merupakan tindak lanjut nyata dari Deklarasi Pelajar Kulon Progo Anti Judi Online dan Radikalisme yang telah disepakati pada 23 Desember 2025 lalu di Aula Adikarto.
Artikel Terkait
Selain ancaman judol dan radikalisme, Triyono juga menyoroti maraknya fenomena pinjol yang kerap dipicu oleh gaya hidup konsumtif atau konsumerisme remaja.
“Gaya hidup hedon sering kali mendorong anak muda untuk memaksakan diri, ingin mengikuti tren, ingin diakui, hingga akhirnya terjerumus pada pinjaman online. Awalnya mungkin terlihat mudah dan cepat, tetapi pada akhirnya justru menjerat hingga menghancurkan masa depan,” ujar Triyono.
Sementara itu, Kepala MTs Negeri 3 Kulon Progo, Siti Suwarni, menyambut baik langkah preventif jajaran Pemkab Kulon Progo tersebut. Ia menyampaikan bahwa edukasi ini sangat bermanfaat dalam membentengi para siswa dari pengaruh buruk lingkungan luar.
Siti juga memastikan bahwa hingga saat ini lingkungan sekolahnya masih kondusif dan terbebas dari jeratan judol, pinjol, maupun paham radikalisme.
“Sejauh ini belum ada kasus seperti itu di sini, dan mudah-mudahan ke depan tetap tidak ada. Kenakalan di sini masih cukup wajar. Melalui kunjungan ini, harapannya anak-anak makin teredukasi,” tutur Siti Suwarni.
Melalui program pendampingan dan edukasi berkelanjutan ke sekolah-sekolah, Pemkab Kulon Progo berharap para pelajar di wilayahnya mampu membentengi diri dari dampak negatif media sosial serta tren gaya hidup instan, sehingga tumbuh menjadi generasi yang beriman, cerdas, dan berintegritas.



















