Hari Jadi ke-74 Kabupaten Kulon Progo Torehkan 2 Rekor MURI

Sayoto Ashwan

[addtoany]

Kepala Dinas Kebudayaan Kulon Progo Joko Mursito menyerahkan penghargaan kepada peserta jemparingan dalam rangkaian penutupan Hari jadi Kabupaten Kulon Progo ke-74 di Taman Budaya Kulon Progo, Jumat (31/10/2025). (foto: istimewa)

KULON PROGO – Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-74 Kabupaten Kulon Progo Tahun 2025 ditutup Bupati Kulon Progo Agung Setyawan di Taman Budaya Kulon Progo, Jumat (31/10/2025) malam. Ada dua rekor MURI yang berhasil diraih.

Ketua Panitia Hari Jadi, Jazil Ambar Was’an mengatakan, seluruh rangkaian peringatan berjalan lancar. Hal ini tidak lepas dari kerja sama semua pihak, dari pemerintahan, Forkopimda, BUMD dan BUMN, pelaku usaha, komunitas, hingga masyarakat luas. Tema Sinergi dan Kolaborasi untuk Kulon Progo Harmoni, bermakna ajakan bagi seluruh elemen untuk bersama-sama membangun daerah dengan semangat gotong royong, mengelola potensi lokal secara bijak dan berkelanjutan, serta menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik, sosial, budaya, dan lingkungan.

Rangkaian peringatan diawali dengan ziarah ke makam tokoh-tokoh penting, malam tirakatan, hingga upacara peringatan Hari Jadi ke-74 di Alun-alun Wates. Selain itu juga ada rapat paripurna, Manunggal fair hingga berbagai perlombaan.

“Tahun ini juga mencatat dua rekor dunia MURI, yaitu Penari Terbanyak Wanara Sugriwo Subali dengan melibatkan 7.400 penari, serta Peserta Terbanyak Gladen Ageng Jemparingan 1.474 penjemparing,” katanya.

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan mengapresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan. Peringatan Hari Jadi menjadi ruang ekspresi bagi masyarakat untuk mewujudkan Sinergi dan Kolaborasi untuk Kulon Progo Harmoni.

“Pelaksanaan Hari Jadi telah memberi dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat salah satunya Manunggal Fair 2025 dengan perputaran uang mencapai Rp7 miliar,” ujarnya.

Agung menegaskan arah pembangunan ke depan akan difokuskan pada penguatan sumber daya manusia dan infrastruktur daerah. Pemkab Kulon Progo akan mendapat dukungan dari pemerintah pusat berupa Program Gerai Koperasi Desa Merah Putih untuk 88 kalurahan, serta alokasi dana Rp233 miliar untuk pembangunan dan optimalisasi jaringan irigasi di seluruh Kulon Progo.

Rangkaian penutupan semakin semarak dengan penampilan para seniman Khrisna Music Country, Nyi Ageng Ethnic dengan komposisi “Sikrentik” serta Wayang HIP HOP. Pertunjukan tersebut menjadi simbol harmoni antara seni tradisi dan modern.

Rekomendasi Untuk Anda

News

My Esti Wijayati Kunjungi Sekolah Rakyat Kulon Progo, Beri Catatan dan Apresiasi

KULON PROGO – Suasana Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi I (SRT) Kulonprogo pada Jumat (31/7/2026) tampak ...

Ekbis

Muscab BPC Gapensi Kulon Progo X, Kolaborasi dan Mutu Harus Ditingkatkan

KULON PROGO – Badan Pimpinan Cabang (BPC) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kabupaten Kulon Progo menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ...

Ekbis

Konsisten Sejak 2013, HS Surya Group Berangkatkan 156 Karyawan Umrah Gratis

MAGELANG – HS Surya Group kembali memberangkatkan 156 karyawan untuk melaksanakan ibadah umrah di Tanah Suci Makkah, Senin (3/8/2026). Program ...

Olahraga

461 Atlet Bertanding di Kejurda III NPCI DIY 2026 Kulon Progo

KULON PROGO – Sebanyak 461 atlet disabilitas dari lima kabupaten/kota se-DIY bertanding dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) III National Paralympic Committee ...

News

Putus Rantai Kemiskinan, 359 Siswa Sekolah Rakyat Kulon Progo Mulai Jalani MPLS Gratis

KULON PROGO – Langkah nyata memutus mata rantai kemiskinan dan mencegah anak putus sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta resmi dimulai. ...

News

Cegah Warga Terjerat Pinjol Ilegal, Mahasiswa KKN UGM Gelar Sosialisasi Literasi Keuangan

KULON PROGO Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) mengambil langkah nyata untuk melindungi warga Kalurahan Giripeni, Wates, Kulon Progo, dari ...

Tinggalkan komentar