Dulu Dikunjungi Ribuan Wisatawan, Desa Wisata Kalibiru Kini Sepi Pengunjung

Sayoto Ashwan

[addtoany]

Sejumlah wisatawan mencicipi aneka makanan tradisional yang ditawarkan pelaku UMKM di Kalibiru, Kokap, Sabtu (1/11/2025). (foto: S Ashwan)

KULON PROGO – Destinasi Wisata Kalibiru sempat booming dan banyak dikunjungi ribuan wisatawan pada tahun 2015 sampai 2017. Kini desa wisata yang ada di Padukuhan Kalibiru, Hargotirto, Kokap ini sepi usai pandemi Covid-19

Perbukitan Menoreh yang berada di perbatasan Kulonprogo dengan Jawa Tengah banyak menyimpan potensi keindahan alam. Salah satunya Desa Wisata Kalibiru yang menawarkan keindahan alam. Pengunjung bisa berfoto di atas pohon dengan latar Waduk Sermo dari atas bukit.

“Dulu pengunjung sampai ribuan, sekarang sepi,” kata Ketua Kelompok Pengelola Hutan Kemasyarakatan (KPHK) Mandiri, Sadali, sabtu (1/11/2025).

Desa wisata ini berdiri pada 2001 silam. Izin awal mereka boleh memanfaatkan hutan sementara dari 2003 sampai 2008. Berkat pengelolaan hutan yang sempurna, izin pengelolaan tetap akhirnya turun untuk periode 2008-2042. seiring perubahan izin ini, hutan yang dulunya berupa hutan produksi kini menjadi hutan lindung.

Desa wisata ini pernah viral dan ramai dikunjungi wisatawan. Setiap harinya ada 3.000 wisatawan yang datang. Bahkan saat akhir pekan angkanya bisa menyentuh 7.000 orang.

Tingginya kunjungan mampu menghidupkan sektor ekonomi warga. Setidaknya ada 200 orang yang terlibat dalam pengelolaan. Belum lagi warga yang membuka warung dan menawarkan aneka produk olahan UMKM.

“Mulai sepi saat Covid-19 padahal sudah diterapkan protokol kesehatan secara ketat. Setelah pandemi tetap tidak ada perubahana sepi seperti ini,” katanya.

Pengelola kini banyak menggandeng pihak ketiga agar kunjungan kembali menggeliat. Mereka bekerja sama dengan kampus membuat jalur tracking dan camping ground. Mereka berharap paket ini nantinya akan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan agar kembali berkunjung. 
 
“Sekarang kerja sama dengan UNY. Kami diajak studi banding, promosi wisata, sertifikasi pemandu hingga pengembangan UMKM dan budaya,” katanya. 
   
Koordinator Kedaireka UNY, Nursida Arif mengatakan, pihaknya mendapatkan hibah dari Kemenristekdikti dalam wujud Kedaireka. Program ini untuk membangkitkan kembali Desa Wisata Kalibiru yang mati akibat Covid-19 dan desa wisata di sekitarnya. 

Beberapa program yang sudah berjalan, dengan mengajak pengelola mengikuti pelatihan dan sertifikasi pramu wisata. Kemendes dan PDTT juga dihadirkan untuk mendampingi program ecowisata berkelanjutan. 

“Kami akan kembangkan camping ground dan jalur tracking untuk mendukung sport tourism,” ujarnya. 

Diakuinya, keberadaan hutan lindung ini lebih fokus pada konservasi. Pengelola tidak bisa menebang tanaman secara sembarangan. Namun bisa memanfaatkan potensi yang ada untuk kesejahteraan masyarakat.

Kedai Reka ini juga melakukan pendampingan dalam pembuatan konten promosi di media sosial. Tujuannya untuk meningkatkan engagement dan promosi wisata.  

“Kami juga dampingi UMKM agar lebih berdaya dan bisa jualan lagi termasuk dengan pentas seni budaya,” katanya. 

Rekomendasi Untuk Anda

Ekbis

Muscab BPC Gapensi Kulon Progo X, Kolaborasi dan Mutu Harus Ditingkatkan

KULON PROGO – Badan Pimpinan Cabang (BPC) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kabupaten Kulon Progo menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ...

Ekbis

Konsisten Sejak 2013, HS Surya Group Berangkatkan 156 Karyawan Umrah Gratis

MAGELANG – HS Surya Group kembali memberangkatkan 156 karyawan untuk melaksanakan ibadah umrah di Tanah Suci Makkah, Senin (3/8/2026). Program ...

Olahraga

461 Atlet Bertanding di Kejurda III NPCI DIY 2026 Kulon Progo

KULON PROGO – Sebanyak 461 atlet disabilitas dari lima kabupaten/kota se-DIY bertanding dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) III National Paralympic Committee ...

News

Putus Rantai Kemiskinan, 359 Siswa Sekolah Rakyat Kulon Progo Mulai Jalani MPLS Gratis

KULON PROGO – Langkah nyata memutus mata rantai kemiskinan dan mencegah anak putus sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta resmi dimulai. ...

News

Cegah Warga Terjerat Pinjol Ilegal, Mahasiswa KKN UGM Gelar Sosialisasi Literasi Keuangan

KULON PROGO Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) mengambil langkah nyata untuk melindungi warga Kalurahan Giripeni, Wates, Kulon Progo, dari ...

News

Puluhan Tahun Kering, 30 Hektare Lahan Pertanian di Temon Hanya Andalkan Hujan dan Pompa

KULON PROGO – Sekitar 30 hektare lahan pertanian di bagian selatan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), Kulon Progo meliputi kawasan ...

Tinggalkan komentar