Kukuhkan Dewan Kebudayaan Kulon Progo, Bupati: Akar Budaya Jangan Sampai Putus

Sayoto Ashwan

[addtoany]

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan mengukuhkan Dewan Kebudayaan Kulon Progo periode 2025-2028 di halaman Disbud KUlon Progo, Senin (11/11/2025). (foto: istimewa)

KULON PROGO – Bupati Kulon Progo Agung Setyawan mengukuhkan pengurus Dewan Kebudayaan Kulon Progo periode 2025-2028, dalam rangkaian pembukaan Kulon Progo Annual Ar (KPAA) 2025, di halaman Dinas Dewan Kebudayaan Kulon Progo Senin (10/11/2025). Dewan Kebudayaan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan kebudayaan.

Pelantikan ini berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kulon Progo Nomor 338/A/2025 tentang pengurus Dewan Kebudayaan Kulon Progo. Anggota berasal dari dari berbagai profesi, mulai dari budayawan, tokoh masyarakat, akademisi, dan seniman. Ketua dijabat Umar Sanusi HP didampingi Wasiludin.

Dewan Kebudayaan memiliki peran sentral sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan dan program pembangunan kebudayaan.

“Selamat untuk Dewan Kebudayaan Masa Bakti 2025–2028. Dewan Kebudayaan akan menjadi pemersatu Kulon Progo dan mengajarkan kepada masyarakat agar tidak terputus dari akar budayanya,” kata Agung.

Tugas Dewan Kebudayaan pada penyusunan rencana induk pengembangan kebudayaan daerah secara menyeluruh dan berkelanjutan. Selain itu juga memberikan rekomendasi kepada kepala daerah mengenai arah kebijakan kebudayaan, termasuk pemanfaatan cagar budaya dan pengembangan seni.

Dewan Kebudayaan memiliki fungsi yang sangat luas, meliputi advokasi terhadap pelestarian nilai-nilai lokal, fasilitasi koordinasi antarorganisasi kesenian dan kebudayaan yang ada, pengawasan pelaksanaan program kebudayaan agar berjalan efektif dan sesuai rencana, serta menjadi wadah dialog antara pemerintah, seniman, budayawan, dan masyarakat umum.

Dewan Kebudayaan bertugas untuk memastikan bahwa ekspresi, kreativitas, dan warisan budaya daerah terawat, berkembang, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup dan pembentukan karakter generasi muda.

“Lembaga ini memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan identitas budaya Kulon Progo,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo akan mengembangkan kembali budaya lokal melalui pengkajian dan penggalian akar budaya, dilanjutkan dengan pemeliharaan dan pelatihan yang akan dimulai pada 2026. Pemerintah akan memberikan apresiasi kepada pelaku budaya, termasuk penampilan karya serta fasilitasi penerbitan karya tulis hingga mendapatkan ISBN.

“Masih banyak akar sejarah dan tokoh luar biasa dari Kulon Progo yang belum terungkap. Kita harus membuka kembali sejarah panjang itu,” tegasnya.

Agung menekankan pelestarian budaya tidak hanya berhenti pada penggalian saja. Namun bagaimana budaya tersebut ditumbuhkan dan ditampilkan kembali sebagai kebanggaan daerah.

“Budaya yang menjadi akar masyarakat Kulon Progo harus kita gali, kita bangkitkan, kita latih kembali, dan kita tampilkan dengan bangga kepada anak cucu kita. Ini menjadi tugas besar Dewan Kebudayaan,” jelasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Ekbis

Muscab BPC Gapensi Kulon Progo X, Kolaborasi dan Mutu Harus Ditingkatkan

KULON PROGO – Badan Pimpinan Cabang (BPC) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kabupaten Kulon Progo menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ...

Ekbis

Konsisten Sejak 2013, HS Surya Group Berangkatkan 156 Karyawan Umrah Gratis

MAGELANG – HS Surya Group kembali memberangkatkan 156 karyawan untuk melaksanakan ibadah umrah di Tanah Suci Makkah, Senin (3/8/2026). Program ...

Olahraga

461 Atlet Bertanding di Kejurda III NPCI DIY 2026 Kulon Progo

KULON PROGO – Sebanyak 461 atlet disabilitas dari lima kabupaten/kota se-DIY bertanding dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) III National Paralympic Committee ...

News

Putus Rantai Kemiskinan, 359 Siswa Sekolah Rakyat Kulon Progo Mulai Jalani MPLS Gratis

KULON PROGO – Langkah nyata memutus mata rantai kemiskinan dan mencegah anak putus sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta resmi dimulai. ...

News

Cegah Warga Terjerat Pinjol Ilegal, Mahasiswa KKN UGM Gelar Sosialisasi Literasi Keuangan

KULON PROGO Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) mengambil langkah nyata untuk melindungi warga Kalurahan Giripeni, Wates, Kulon Progo, dari ...

News

Puluhan Tahun Kering, 30 Hektare Lahan Pertanian di Temon Hanya Andalkan Hujan dan Pompa

KULON PROGO – Sekitar 30 hektare lahan pertanian di bagian selatan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), Kulon Progo meliputi kawasan ...

Tinggalkan komentar