Di Balik Jalan Menoreh: Sertifikasi, Skala Prioritas, hingga Harapan Warga

Sayoto Ashwan

[addtoany]

Ruas Jalan Jarakan Samigaluh yang butuh pembangunan. (foto: istimewa)

KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo tidak memiliki anggaran yang cukup untuk membuka konektivitas wilayah perbukitan Menoreh. Dengan strategi bertahap dan skala prioritas, pemerintah fokus membuka peluang dukungan pendanaan dari pemerintah di level yang lebih tinggi.

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui pembukaan lahan jalan di Dusun Jarakan, Kalurahan Kebonharjo, Kapanewon Samigaluh. Jalur ini merupakan lahan yang telah dibebaskan dan kini mulai dibuka agar tidak terbengkalai serta memiliki kepastian hukum sebagai aset daerah.

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, mengatakan, pembukaan jalan menjadi langkah penting dalam proses sertifikasi tanah. Legalitas ini menjadi syarat utama agar Pemkab dapat mengajukan bantuan pendanaan ke Pemda DIY ataupun ke pusat.

“Kalau belum dibuka, tanah itu belum bisa disertifikasi sebagai milik Pemda. Padahal sertifikat inilah yang menjadi dasar untuk mengajukan bantuan anggaran,” kata Agung saat meninjau Jalan Jarakan, Selasa (13/1/2026).

Agung mengatakan, keterbatasan APBD Kulon Progo membuat pembangunan infrastruktur tidak bisa dilakukan secara bersamaan di seluruh wilayah. Luas wilayah serta kondisi geografis yang menantang dinilai belum sebanding dengan kemampuan fiskal daerah.

Pemkab menerapkan skala prioritas dengan mendahulukan pembangunan jembatan vital, pembukaan jalur baru, serta pengamanan aset daerah. Jalan-jalan yang sudah memiliki status hukum akan dimintakan pembiayaan ke pemerintah pusat dan provinsi untuk mendapatkan dukungan pembangunan fisik.

“Yang kita kejar sekarang adalah perbaikan jembatan, membuka jalur, dan memastikan jalur itu tersertifikasi,” katanya.

Lurah Kebonharjo, Sugimo, menyebut ada dua ruas jalan utama yang menjadi prioritas, yakni jalur Prangkokan–Ngori sepanjang tiga kilometer dan Jalan Pringtali–Jarakan sepanjang 3,5 kilometer. Jalur ini dinilai penting untuk konektivitas antarwilayah, baik dari Kebonharjo ke Purwosari, Pagerharjo, maupun terhubung dengan jalur Prangkokan–Kebonharjo yang sebelumnya didanai Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Faktor alam juga menjadi kendala karena wilayah tersebut tergolong rawan bencana, terutama longsor saat musim hujan.

Rekomendasi Untuk Anda

News

Penyu Lekang Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Glagah

KULON PROGO – Petugas Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Glagah menemukan bangkai seekor penyu yang terdampar di kawasan Pantai ...

News

Perkumpulan Penambang Rakyat Yogyakarta Bagikan 250 Paket Sembako bagi Warga Terdampak

KULON PROGO – Perkumpulan Penambang Rakyat Yogyakarta (PPRY) menggelar kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan sekitar 250 paket sembako kepada warga ...

News

Musda Golkar Gunungkidul ‘Mangkrak’, Ratusan Kader Kumpul Desak Jalankan AD/ART

GUNUNGKIDUL – Dinamika internal Partai Golkar Kabupaten Gunungkidul kian memanas. Ratusan kader dan relawan dari berbagi kapanewon mendadak berkumpul menggelar ...

Ekbis

Disokong Sektor Pertanian dan Infrastruktur, Ekonomi Kulon Progo Melesat 5,4 Persen

KULON PROGO – Sektor pertanian dan percepatan infrastruktur menjadi motor utama melesatnya pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kulon Progo hingga menyentuh angka ...

News

Wujudkan Generasi Emas, Pemkab Kulon Progo Kobarkan Gerakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah

KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terus menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat tumbuh kembang dan masa depan anak-anak di ...

Olahraga

Hari Jadi Ke-75 Kulon Progo, Manunggal Run 2026 Diikuti 2.730 Peserta

KULON PROGO – Sebanyak 2.730 pelari dari berbagai kalangan usia memadati jalanan Kabupaten Kulon Progo dalam ajang lomba lari Manunggal ...

Tinggalkan komentar