Merawat Pertiwi, DPC PDIP Tanam Pohon di Lereng Perbukitan Menoreh

Sayoto Ashwan

[addtoany]

Ketua DPC PDIP Fajar Gegana menanam pohon sebagai perwujudan Merawat Pertiwi di Kapanewpn Kokap, Minggu (18/1/2026). (foto: S Ashwan)

KULON PROGO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kulon Progo melakukan penanaman pohon di Perbukitan Menoreh untuk memeringati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 PDI Perjuangan. Aksi merawat pertiwi ini diwujudkan dengan penanaman pohon matoa dan lada perdu Hargowilis dan Hargotirto di Kapanewon Kokap, Minggu (18/1/2026).

Ketua DPC PDI Perjuangan Kulon Progo, Fajar Gegana mengatakan, penanaman pohon ini merupakan implementasi langsung dari pesan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, agar kader partai senantiasa peduli terhadap kelestarian alam dan keseimbangan ekosistem.

“Setiap tanaman memiliki hak untuk hidup dan dilestarikan. Kami ingin berkontribusi nyata dalam menjaga alam dan kelestarian lingkungan,” kata Fajar.

Selain melakukan penanaman langsung, fungsionaris DPC PDIP Kulon Progo ini juga mmebagikan bibit matoa dan Lada Perdu kepada karang taruna, KWT dan kelompok lain yang ada di masyarakat.
Kedua tanaman ini dipilih, selain fungsi ekologis, matoa juga memiliki nilai ekonomis tinggi dan perawatannya relatif mudah. Jika dikelola dengan baik, tanaman matoa bahkan berpotensi menjadi ikon baru kawasan wisata, mengingat lokasinya yang berdekatan dengan Waduk Sermo.

“Harga Matoa dan lada juga tinggi yang diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Bendahara DPD PDI Perjuangan DIY, Akhid Nuryati, mengapresiasi konsistensi DPC Kulon Progo dalam menjalankan program Merawat Pertiwi. Menanam pohon bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan instruksi ideologis partai.

“Ibu Megawati Soekarnoputri selalu mengingatkan bahwa politik harus mengurusi kehidupan. Menjaga lingkungan adalah bagian penting dari menjaga kehidupan generasi mendatang,” ujar anggota DPRD DIY ini.

Mantan Ketua DPRD Kulon Progo ini mengatakan, penanaman matoa dan lada perdu juga merupakan langkah strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Kedua tanaman tersebut dinilai cocok dengan kondisi tanah Kokap dan memiliki nilai jual yang menjanjikan.

“Sambil menghijaukan lereng Kokap, kita juga sedang menanam investasi ekonomi. Harapannya, beberapa tahun ke depan Kokap bisa menjadi sentra komoditas lada dan matoa, sehingga kesejahteraan warga meningkat,” ungkapnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Ekbis

Muscab BPC Gapensi Kulon Progo X, Kolaborasi dan Mutu Harus Ditingkatkan

KULON PROGO – Badan Pimpinan Cabang (BPC) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kabupaten Kulon Progo menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ...

Ekbis

Konsisten Sejak 2013, HS Surya Group Berangkatkan 156 Karyawan Umrah Gratis

MAGELANG – HS Surya Group kembali memberangkatkan 156 karyawan untuk melaksanakan ibadah umrah di Tanah Suci Makkah, Senin (3/8/2026). Program ...

Olahraga

461 Atlet Bertanding di Kejurda III NPCI DIY 2026 Kulon Progo

KULON PROGO – Sebanyak 461 atlet disabilitas dari lima kabupaten/kota se-DIY bertanding dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) III National Paralympic Committee ...

News

Putus Rantai Kemiskinan, 359 Siswa Sekolah Rakyat Kulon Progo Mulai Jalani MPLS Gratis

KULON PROGO – Langkah nyata memutus mata rantai kemiskinan dan mencegah anak putus sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta resmi dimulai. ...

News

Cegah Warga Terjerat Pinjol Ilegal, Mahasiswa KKN UGM Gelar Sosialisasi Literasi Keuangan

KULON PROGO Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) mengambil langkah nyata untuk melindungi warga Kalurahan Giripeni, Wates, Kulon Progo, dari ...

News

Puluhan Tahun Kering, 30 Hektare Lahan Pertanian di Temon Hanya Andalkan Hujan dan Pompa

KULON PROGO – Sekitar 30 hektare lahan pertanian di bagian selatan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), Kulon Progo meliputi kawasan ...

Tinggalkan komentar