KP2MI dan Holding PTPN Resmikan Migrant Training Centre, PMI Harus Naik Kelas

Sayoto Ashwan

penandatangan kerjasama dalam pemberian Migrant Training Centre di Yogyakarta, Sabtu (24/1/2026). (foto: istimewa)

YOGYAKARTA – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dengan Holding perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) bersinergi membentuk Migrant Training Centre yang dikelola oleh LPP Agro Nusantara (LPPAN). Langkah besar ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilaksanakan pada Sabtu (24/1/2026).

Selama ini, label pahlawan devisa sangat kontras dengan realita di lapangan. Hampir 63,94 persen dari 296.948 PMI bekerja di sektor domestik dan pekerja kasar seperti house maid dan plantation worker. Mereka kalah kalah bersaing dalam hal kualitas keterampilan.

Hadirnya Migrant Training Centre menjadi jawaban atas urgensi tersebut, dengan fokus utama Meningkatkan daya tawar PMI. Dengan beralih menjadi tenaga terampil, nilai remitensi yang mengalir ke tanah air diprediksi akan meningkat signifikan, sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik melalui jalur profesional.

Dipilihnya LPP Agro Nusantara bukan tanpa alasan. Sebagai Corporate University dari PTPN Group yang telah berdiri sejak 1950, LPPAN memiliki rekam jejak emas dalam mencetak SDM unggul di bidang agroindustri.

“Menjadi kebanggaan bagi LPPAN dipercayai amanah ini. Kami memiliki tugas untuk berkontribusi bagi kemajuan Indonesia di bidang agroindustri. Peran sebagai Migrant Training Centre adalah langkah strategis kami memberi sumbangsih bagi negeri,” ujar Pranoto Hadi Raharjo, Direktur LPP Agro Nusantara.

Pranoto menjelaskan bahwa kurikulum yang disiapkan tidak hanya melatih otot, tetapi juga otak. Pelatihan didesain khusus mencakup Keterampilan Teknis Agro Sesuai standar industri internasional. Wawasan Industri: Pemahaman mendalam mengenai ekosistem kerja di luar negeri. Pelatihan juga disesuaikan dengan karakteristik dan regulasi negara penempatan agar tepat sasaran.

Direktur Utama Holding PTPN, Denaldy Mulino Mauna, menegaskan bahwa optimalisasi fasilitas dan intellectual capital milik LPPAN adalah kunci kesuksesan program ini.

“LPP Agro Nusantara adalah dapur pacu kompetensi PTPN Group. Kerja sama ini sangat linier dengan keahlian kami. Harapannya, peran ini memberikan dampak signifikan bagi peningkatan daya saing dan nilai kompetitif PMI di kancah dunia,” tutur Denaldy.

Rekomendasi Untuk Anda

Ekbis

RSUD Wates Kembangkan Teknologi Minimal Invasif

KULON PROGO – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates mengembangkan teknologi kinimal invasif untuk meningkatkan pelayanan terhadap pasien. Teknologi ini ...

News

Ulang Tahun, Bupati Agung Setyawan Santuni Anak Yatim Piatu

KULON PROGO – Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan merayakan ulang tahun ke-56, dengan mengundang anak-anak yatim piatu di rumah dinas ...

News

Serahkan LHP Kinerja dan Kepatuhan, BPK Dukung Penuntasan Kasus TBC di Kulon Progo

YOGYAKARTA – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan DIY telah memeriksa kinerja Pemkab Kulon Progo dalam menuntaskan kasus TBC. Pemeriksaan menyangkut ...

News

Polsek Panjatan Mediasi ABG yang akan Tawuran di Garongan

KULON PROGO – Jajaran Polsek Panjatan memediasi penyelesaian kasus yang memicu rencana aksi tawuran yang melibatkan sejumlah pelajar SMP dan ...

News

Keren, Mahasiswa KKN UNY di Tirtorahayu Ubah Sampah Sabut Kelapa Jadi Pot Bunga Cantik

KULON PROGO – Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang melaksanakan kuliah kerja nyata di Padukuhan Potrowangsan, Tirtorahayu, Galur, Kulon Progo ...

News

BPSDM Komdigi Bekali Masyarakat Hadapi Ancaman Siber

YOGYAKARTA – Upaya meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap ancaman siber terus dilakukan Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BPSDM ...

Tinggalkan komentar