KULON PROGO – bupati Kulon Progo Agung Setyawan menengok keluarga Ariendra Ralea, siswa kelas tiga SD N Gembongan yang viral karena sekolah sambil membawa adiknya, di rumahnya di Salamrejo, Sentolo, sabtu (31/1/2026). Kehadiran bupati dan pejabat untuk memastikan negara hadir untuk melindungi anak-anak dalam kondisi rentan.
Pelajar SD N Gembongan ini viral di sejumlah media, ketika bersekolah sambil mengasuh anak. Ini terjadi sejak beberapa bulan setelah ibunya divonis menderita kanker payudara, sehingga harus menjalani kemoterapi dan radioterapi di RS Hardjolukito, Yogyakarta.
Selama perawatan medis ini, Rubiyanti ibunya hanya bisa membawa anak terkecil yang usianya baru dua tahun. Ralea terpaksa membawa adiknya yang berusia 4 tahun setelah mendapat izin dari sekolah
Artikel Terkait
“Kami hadir di sini untuk memastikan keluarga ini tidak sendiri,” kata Agung.
Bupati datang bersama Kepala Disdikpora, perwakilan Baznas, kapanewon Sentolo dan Lurah Samlamrejo hingga puskesmas. Selain mengunjungi juga diserahkan bantuan uang tunai, sembako dan beberapa bantuan lain.
“Dukungan moral dan pendampingan berkelanjutan terus diupayakan, agar masa kanak-kanaknya dengan lebih layak dan penuh harapan. Kegiatan ini menjadi simbol kehadiran negara dan masyarakat dalam melindungi anak-anak yang berada dalam situasi rentan,” kata bupati.
Rubiyanti menjalani pengobatan kemoterapi 5 hari dalam sepekan. Ia memggunakan angkutan umum dari Sentolo sampai RS Harjolukito, sehingga tidak ada pilihan lain untuk meminta bantuan Ralea mengasuh adik-adiknyanya. Sebelumnya dia sudah meminta izin dari sekolah dan diperbolehkan.



















