KULON PROGO – Embarkasi Yogyakarta Internasional Airport (YIA) resmi beroperasi dengan memberangkatkan 354 jemaah haji asal Kulon Progo, Rabu 22/4/2026) dini har. Mereka tergabung dalam Kloter 1 yang dilepas Sekda DIY di Hotel Novotel–Ibis YIA.
Berbeda dengan embarkasi konvensional, Embarkasi YIA mencatatkan diri sebagai pelopor layanan haji berbasis hotel di Indonesia. Sebelum terbang ke Tanah Suci, para jemaah dimanjakan dengan fasilitas hotel berbintang, memberikan kenyamanan fisik dan mental yang maksimal.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengatakan, inovasi ini adalah bentuk penghormatan bagi para tamu Allah. Namun, ia juga memberikan peringatan khusus terkait tantangan cuaca.
Artikel Terkait
“Ini adalah momentum bersejarah. Mengingat cuaca di Arab Saudi diperkirakan mencapai 40°C hingga 42°C, kami berpesan agar Bapak/Ibu benar-benar menjaga fisik, waspada risiko heatstroke, dan selalu berkoordinasi dengan petugas,” ujar Ni Made.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, memuji kolaborasi apik yang menjadikan Yogyakarta sebagai model layanan haji modern.
“Embarkasi Yogyakarta ini unik, satu-satunya di Indonesia yang menggunakan hotel sebagai tempat persiapan. Hebatnya lagi, biaya haji di DIY tahun ini menjadi salah satu yang paling kompetitif secara nasional,” jelas Singgih.
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Puji Raharjo, menjelaskan bahwa berdasarkan regulasi terbaru, Embarkasi YIA tahun ini akan melayani total 9.320 jemaah yang terbagi dalam 26 kelompok terbang (kloter).
Sebanyak 3.829 jemaah asal DIY dan 5.387 jemaah asal eks-Karesidenan Kedu, Jawa Tengah.
“Seluruh jemaah Kloter 1 yang berangkat perdana ini dalam kondisi sehat. Jagalah Kartu Nusuk sebagai akses vital selama di Arab Saudi,” katanya.



















