Kehabisan Bekal 2 WNA Kolombia Malah Ngamen di Bantul, Terancam Deportasi

Sayoto Ashwan

[addtoany]

Kantor Imigrasi Kulon Progo menangkap dua warga Kolombia yang ngamen di jalan karena kehabisan bekal. (foto: istimewa)

KULON PROGO – Alih-alih menikmati liburan sebagai pelancong, sepasang warga negara asing (WNA) asal Kolombia justru harus berurusan dengan hukum setelah terciduk mengamen di jalanan Yogyakarta. Mereka menyalahgunakan izin tinggal demi menyambung hidup, keduanya kini mendekam di ruang detensi dan terancam segera dipulangkan paksa ke negaranya.

Dua WNA berinisial GM (30) dan LV (26) diamankan oleh Tim Intelijen dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Kulon Progo saat tengah melakukan aksi akrobatik di Simpang Empat Druwo, Bantul. Keduanya diketahui masuk ke Indonesia menggunakan Visa on Arrival (VoA) untuk tujuan wisata, namun justru menggalang donasi dari pengguna jalan.

“Mereka bukan suami istri, tapi sepasang kekasih yang berstatus mahasiswa. Alasan mereka mengamen karena kehabisan uang untuk membayar penginapan dan makan,” ungkap Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi DIY, Junita Sitorus, dalam konferensi pers di Kantor Imigrasi Kulon Progo, Selasa (21/04/2026).

Perjalanan Panjang yang Berakhir di Ruang Detensi Kisah pelarian backpacker ini bermula saat mereka masuk melalui Batam pada 23 Maret 2026. Dengan modal seadanya, mereka melintasi Jambi, Palembang, Jakarta, hingga Bandung sebelum akhirnya tiba di Yogyakarta pada awal April.

Nahas, setibanya di Kota Gudeg, kantong mereka menipis. Selama sepekan terakhir, GM dan LV nekat melakukan aksi akrobat di lampu merah guna mengumpulkan rupiah demi bertahan hidup. Sayangnya, kreativitas di tempat yang salah ini justru melanggar Pasal 122 huruf a dan Pasal 75 UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian terkait penyalahgunaan izin tinggal.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Kulon Progo, Muhammad Wahyudiantoro, menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi orang asing yang melanggar peruntukan visanya.

“Kami sedang memproses deportasi untuk keduanya. Saat ini mereka ditahan di Ruang Detensi sambil menunggu koordinasi lebih lanjut dengan Kedutaan Kolombia,” tegas Wahyudiantoro.

Kasus ini menjadi pengingat tegas bagi para wisatawan mancanegara bahwa setiap aktivitas yang menghasilkan uang atau donasi di Indonesia wajib memiliki izin yang sesuai, bukan sekadar menggunakan visa kunjungan wisata.

Rekomendasi Untuk Anda

News

Penyu Lekang Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Glagah

KULON PROGO – Petugas Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Glagah menemukan bangkai seekor penyu yang terdampar di kawasan Pantai ...

News

Perkumpulan Penambang Rakyat Yogyakarta Bagikan 250 Paket Sembako bagi Warga Terdampak

KULON PROGO – Perkumpulan Penambang Rakyat Yogyakarta (PPRY) menggelar kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan sekitar 250 paket sembako kepada warga ...

News

Musda Golkar Gunungkidul ‘Mangkrak’, Ratusan Kader Kumpul Desak Jalankan AD/ART

GUNUNGKIDUL – Dinamika internal Partai Golkar Kabupaten Gunungkidul kian memanas. Ratusan kader dan relawan dari berbagi kapanewon mendadak berkumpul menggelar ...

Ekbis

Disokong Sektor Pertanian dan Infrastruktur, Ekonomi Kulon Progo Melesat 5,4 Persen

KULON PROGO – Sektor pertanian dan percepatan infrastruktur menjadi motor utama melesatnya pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kulon Progo hingga menyentuh angka ...

News

Wujudkan Generasi Emas, Pemkab Kulon Progo Kobarkan Gerakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah

KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terus menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat tumbuh kembang dan masa depan anak-anak di ...

Olahraga

Hari Jadi Ke-75 Kulon Progo, Manunggal Run 2026 Diikuti 2.730 Peserta

KULON PROGO – Sebanyak 2.730 pelari dari berbagai kalangan usia memadati jalanan Kabupaten Kulon Progo dalam ajang lomba lari Manunggal ...

Tinggalkan komentar