KULON PROGO – Cinta tak selamanya harus berakhir dengan duka yang mengunci diri. Bagi Muhammad Suryo, bos rokok HS, cara terbaik mencintai mendiang istrinya adalah dengan mengubah lokasi kepedihan menjadi tempat bersujud.
Dia membangun masjid di tepi jalan nasional tepatnya di Palihan, Temon, dekat dengana lokasi kecelakaan maut yang merenggut nyawa belahan jiwanya. Peletakan batu pertama pembangunan masjid yan diberi nama Masjid HJ Anis Syarifah ini dimulai Jumat (17/4/2026).
Suasana haru pecah saat peletakan batu pertama Masjid Hj Anis Syarifah. Muhammad Suryo, yang fisiknya sendiri belum pulih benar pasca-insiden kecelakaan oada awal Februari lalu, tampak dipapah saat melangkah. Namun matanya memancarkan ketegaran meski duka sangat menyayat hatinya.
Artikel Terkait
“Kebetulan hari ini almarhumah istri saya ulang tahun. Masjid ini adalah ‘surat cinta’ saya untuk beliau. Saya mohon izin membangun di sini nggih bapak-ibu,” ucapnya.
Hadir dalam peletakan batu pertama keluarga kerabat dan para pejabat, Ambar Purwoko (Wabup Kulon Progo) dan Harda Kiswaya (Bupati Sleman). Selain itu juga ada keluarga dari Abdulah yang terlibat dalam kecelakaan.
Masjid seluas 1.500 meter persegi ini bukan sekadar monumen kenangan, melainkan wakaf untuk masyarakat umum. Lokasinya yang strategis dekat Bandara YIA diharapkan menjadi oase bagi musafir dan warga lokal, mengalirkan doa tiada putus bagi almarhumah Hj. Anis Syarifah.
Wabup Kulon Progo, Ambar Purwoko, menyampaikan apresiasi mendalam. Ia menyebut letak masjid ini sangat strategis karena berada di area pintu masuk utama Kabupaten Kulon Progo yang hanya beberapa ratus meter dari pintu masuk Bandara YIA. Masjid ini akan menjadikannya wajah pertama yang menyapa siapa pun yang berkunjung.
“Pemerintah Kabupaten mendukung penuh pembangunan ini. Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama” ungkap Ambar.



















