Lomba Cerdas Cermat Museum Jadi Cara Membumikan Sejarah ke Generasi Z

Sayoto Ashwan

[addtoany]

Babak Final Lomba Cerdas Cemat Museum yang digelar Dinas Kebudayaan Kulon Progo, Rabu (22/4/2026). (foto: istimewa)

KULON PROGO – Memasuki babak final yang sengit, Auditorium Taman Budaya Kulon Progo (TBK) mendadak riuh oleh semangat ratusan pelajar pada Rabu (22/4/2026). Mereka bukan sekadar berkompetisi, melainkan tengah bertarung wawasan dalam babak Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Museum tingkat Kabupaten Kulon Progo.

Kegiatan tahunan yang digelar Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) ini menjadi panggung bagi lima sekolah terbaik yang berhasil menyisihkan puluhan peserta lainnya sejak babak penyisihan awal April lalu. Kelima finalis tersebut adalah SMPN 2 Wates, SMPN 1 Galur, SMPN 1 Wates, SMPN 1 Nanggulan, dan SMP IT Ibnu Mas’ud.

Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, yang membuka acara menekankan bahwa memahami sejarah bukan sekadar menghafal tahun, melainkan bekal utama bagi calon pemimpin masa depan.

“Adik-adik inilah yang akan menyongsong Indonesia Emas di tahun 2045. Semangatlah belajar dan jangan lupakan sejarah. Hormati orang tua dan guru, karena itu adalah kunci keberhasilan sesungguhnya,” kata Ambar.

Kepala Dinas Kebudayaan Kulon Progo, Joko Mursito, mengungkapkan, sekolah yang berhasil keluar sebagai juara akan menjadi duta Kulon Progo di tingkat Provinsi DIY.

“Kita siapkan dengan matang. Sekolah yang gurunya punya semangat tinggi biasanya sudah bersiap jauh-jauh hari. Harapannya, wakil kita nanti tidak hanya sampai provinsi, tapi tembus hingga tingkat nasional,” kata Joko.

Kemeriahan lomba dibalut atraksi budaya yang menyelipkan sebuah harapan besar terkait infrastruktur kebudayaan. Kulon Progo saat ini tercatat sebagai satu-satunya kabupaten di DIY yang belum memiliki gedung museum resmi yang representatif.

Padahal, potensi sejarah Kulon Progo sangat luar biasa. Mulai dari jejak Tambang Mangan Kliripan, warisan sang maestro wayang Hadi Sugito, hingga benda cagar budaya di Bulurejo.

“Embrionya sudah ada, tinggal pengembangannya saja,” pungkasnya.

LCC Museum 2026 ini membuktikan bahwa sejarah tidak selamanya membosankan. Lewat kemasan kolaborasi seni dan kompetisi yang ketat, identitas budaya Kulon Progo terus dijaga agar tetap menyala di tangan generasi Z.

Rekomendasi Untuk Anda

News

Penyu Lekang Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Glagah

KULON PROGO – Petugas Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Glagah menemukan bangkai seekor penyu yang terdampar di kawasan Pantai ...

News

Perkumpulan Penambang Rakyat Yogyakarta Bagikan 250 Paket Sembako bagi Warga Terdampak

KULON PROGO – Perkumpulan Penambang Rakyat Yogyakarta (PPRY) menggelar kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan sekitar 250 paket sembako kepada warga ...

News

Musda Golkar Gunungkidul ‘Mangkrak’, Ratusan Kader Kumpul Desak Jalankan AD/ART

GUNUNGKIDUL – Dinamika internal Partai Golkar Kabupaten Gunungkidul kian memanas. Ratusan kader dan relawan dari berbagi kapanewon mendadak berkumpul menggelar ...

Ekbis

Disokong Sektor Pertanian dan Infrastruktur, Ekonomi Kulon Progo Melesat 5,4 Persen

KULON PROGO – Sektor pertanian dan percepatan infrastruktur menjadi motor utama melesatnya pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kulon Progo hingga menyentuh angka ...

News

Wujudkan Generasi Emas, Pemkab Kulon Progo Kobarkan Gerakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah

KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terus menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat tumbuh kembang dan masa depan anak-anak di ...

Olahraga

Hari Jadi Ke-75 Kulon Progo, Manunggal Run 2026 Diikuti 2.730 Peserta

KULON PROGO – Sebanyak 2.730 pelari dari berbagai kalangan usia memadati jalanan Kabupaten Kulon Progo dalam ajang lomba lari Manunggal ...

Tinggalkan komentar