Traktor Baru dan Corblok Tengah Malam, Potret Sumringah Warga di BBGRM 2026

Sayoto Ashwan

[addtoany]

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan melakukan peletakan batu pertama pembangunan pagar makam secara swadaya dalam rangkaia BBGRM di Ngestiharjo, Wates, Senin (17/6/2026). (foto: istimewa)

KULON PROGO – Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) di kabupaten Kulon Progo terus bergulir. Kali ini giliran meyambangi warga di Kapanewon Wates dan Temon Senin (18/5/2026).
Kegiatan ini tidak sekadar seremonial, namun telah menjadi agenda tahunan. Warga sangat antusias menyambut program ini, dengan kucuran bantuan stimulan mulai dari alat pertanian modern, peternakan, hingga infrastruktur desa.

Perwakilan Gapoktan Ngestiharjo, Wates, Aminan menerima hibah traktor roda empat. Bantuan ini menjadi jawaban atas sulitnya mengolah lahan setelah petani beralih menggunakan mesin panen modern combine harvester.

“Alhamdulillah permohonan kami dikabulkan. Pakai traktor roda empat ini, pengolahan tanah jadi jauh lebih cepat dan mudah,” ujar Aminan.

Di Kapanewon Wates, safari dimulai dari peninjauan pagar makam Tegal Kebokuning di Ngentak yang dibangun secara swadaya oleh warga. Di lokasi ini, pemerintah menyerahkan berbagai bantuan strategis, termasuk dua unit traktor roda empat, akses jalan usaha tani, hibah 47 ekor domba/kambing, serta modal sarana perikanan senilai total Rp54 juta.

Rombongan kemudian meninjau TPS3R Bumi Lestari di Kulwaru yang sukses menyulap sampah menjadi berkah ekonomi. Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, mengapresiasi inovasi ini dan berharap seluruh kelurahan meniru sistem tersebut. Ia juga menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup untuk segera menggelar pelatihan budidaya maggot dan pembuatan kompos agar masalah limbah selesai sejak dari tingkat rumah tangga.

Pemandangan tak kalah menarik terlihat di Kapanewon Temon. Selain peletakan batu pertama proyek irigasi di Bulak Kaligintung, warga Jatikontal (Temon Wetan) menunjukkan aksi gotong royong yang unik, mengecor jalan sepanjang 100 meter pada malam hari. Langkah ini diambil karena mayoritas warga harus bekerja pada siang hari.

Aksi heroik warga Temon ini diganjar dengan berbagai fasilitas, mulai dari pembangunan screenhouse, satu unit traktor roda empat, Program Lumbung Mataraman, hingga alat pengolah lele yang didanai lewat Dana Keistimewaan (Danais).

“Sing jenengane wong amal iku ora mung bandhane tok-tok, ya tenagane, ya pikirane (Yang namanya beramal itu tidak cuma harta saja, tapi juga tenaga dan pikiran). Semoga semangat gotong royong ini membawa Kulon Progo semakin adil dan makmur,” kata Ambar.

Rekomendasi Untuk Anda

News

Penyu Lekang Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Glagah

KULON PROGO – Petugas Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Glagah menemukan bangkai seekor penyu yang terdampar di kawasan Pantai ...

News

Perkumpulan Penambang Rakyat Yogyakarta Bagikan 250 Paket Sembako bagi Warga Terdampak

KULON PROGO – Perkumpulan Penambang Rakyat Yogyakarta (PPRY) menggelar kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan sekitar 250 paket sembako kepada warga ...

News

Musda Golkar Gunungkidul ‘Mangkrak’, Ratusan Kader Kumpul Desak Jalankan AD/ART

GUNUNGKIDUL – Dinamika internal Partai Golkar Kabupaten Gunungkidul kian memanas. Ratusan kader dan relawan dari berbagi kapanewon mendadak berkumpul menggelar ...

Ekbis

Disokong Sektor Pertanian dan Infrastruktur, Ekonomi Kulon Progo Melesat 5,4 Persen

KULON PROGO – Sektor pertanian dan percepatan infrastruktur menjadi motor utama melesatnya pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kulon Progo hingga menyentuh angka ...

News

Wujudkan Generasi Emas, Pemkab Kulon Progo Kobarkan Gerakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah

KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terus menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat tumbuh kembang dan masa depan anak-anak di ...

Olahraga

Hari Jadi Ke-75 Kulon Progo, Manunggal Run 2026 Diikuti 2.730 Peserta

KULON PROGO – Sebanyak 2.730 pelari dari berbagai kalangan usia memadati jalanan Kabupaten Kulon Progo dalam ajang lomba lari Manunggal ...

Tinggalkan komentar