KULON PROGO – Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) di kabupaten Kulon Progo terus bergulir. Kali ini giliran meyambangi warga di Kapanewon Wates dan Temon Senin (18/5/2026).
Kegiatan ini tidak sekadar seremonial, namun telah menjadi agenda tahunan. Warga sangat antusias menyambut program ini, dengan kucuran bantuan stimulan mulai dari alat pertanian modern, peternakan, hingga infrastruktur desa.
Perwakilan Gapoktan Ngestiharjo, Wates, Aminan menerima hibah traktor roda empat. Bantuan ini menjadi jawaban atas sulitnya mengolah lahan setelah petani beralih menggunakan mesin panen modern combine harvester.
“Alhamdulillah permohonan kami dikabulkan. Pakai traktor roda empat ini, pengolahan tanah jadi jauh lebih cepat dan mudah,” ujar Aminan.
Artikel Terkait
Di Kapanewon Wates, safari dimulai dari peninjauan pagar makam Tegal Kebokuning di Ngentak yang dibangun secara swadaya oleh warga. Di lokasi ini, pemerintah menyerahkan berbagai bantuan strategis, termasuk dua unit traktor roda empat, akses jalan usaha tani, hibah 47 ekor domba/kambing, serta modal sarana perikanan senilai total Rp54 juta.
Rombongan kemudian meninjau TPS3R Bumi Lestari di Kulwaru yang sukses menyulap sampah menjadi berkah ekonomi. Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, mengapresiasi inovasi ini dan berharap seluruh kelurahan meniru sistem tersebut. Ia juga menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup untuk segera menggelar pelatihan budidaya maggot dan pembuatan kompos agar masalah limbah selesai sejak dari tingkat rumah tangga.
Pemandangan tak kalah menarik terlihat di Kapanewon Temon. Selain peletakan batu pertama proyek irigasi di Bulak Kaligintung, warga Jatikontal (Temon Wetan) menunjukkan aksi gotong royong yang unik, mengecor jalan sepanjang 100 meter pada malam hari. Langkah ini diambil karena mayoritas warga harus bekerja pada siang hari.
Aksi heroik warga Temon ini diganjar dengan berbagai fasilitas, mulai dari pembangunan screenhouse, satu unit traktor roda empat, Program Lumbung Mataraman, hingga alat pengolah lele yang didanai lewat Dana Keistimewaan (Danais).
“Sing jenengane wong amal iku ora mung bandhane tok-tok, ya tenagane, ya pikirane (Yang namanya beramal itu tidak cuma harta saja, tapi juga tenaga dan pikiran). Semoga semangat gotong royong ini membawa Kulon Progo semakin adil dan makmur,” kata Ambar.



















