KULON PROGO – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kulon Progo bersiap menggelar Musyawarah Kabupaten (Muskab) untuk memilih nakhoda baru. Menjelang momentum krusial tersebut,
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, menitipkan pesan kuat, PMI butuh figur pemimpin yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki jiwa hangayomi (mengayomi) seluruh anggotanya.
Menurut Agung, peran PMI di Kulon Progo sangat strategis karena selalu menjadi garda terdepan saat terjadi situasi darurat, mulai dari tanah longsor, banjir, hingga kebakaran. Oleh karena itu, soliditas internal menjadi harga mati.
Artikel Terkait
“PMI selalu hadir bersama masyarakat dalam kondisi darurat. Gerak cepat memberikan bantuan ini sangat luar biasa. Siapapun pemimpinnya nanti, harus bisa mengayomi seluruh anggota, menjaga kekompakan, dan menjalankan roda organisasi sesuai AD/ART tanpa membeda-bedakan,” kata Agung saat menerima audiensi jajaran PMI DIY di Ruang Rapat Menoreh, Senin (18/5/2026).
Ketua PMI DIY, GBPH Prabukusumo, mengingatkan agar proses suksesi kepemimpinan ini berjalan ketat sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi. Langkah ini penting demi menjaga marwah organisasi dan menghindari konflik internal di masa depan.
“Pemilihan pengurus harus sesuai AD/ART agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, kami juga berharap Bulan Dana PMI ke depan bisa semakin optimal untuk menyokong aksi-aksi kemanusiaan,” ujar Prabukusumo.
Ketua PMI Kulon Progo, Arif Prastowo, mengatakan tim penjaringan sudah bergerak dan mengantongi sejumlah nama potensial. Puncak pemilihan akan dilaksanakan di Aula Bank Kulon Progo, Rabu (20/5/2026).
“Sesuai mekanisme organisasi, bakal calon ketua wajib memperoleh dukungan minimal 20 persen hak suara dari pengurus ranting serta unsur kepengurusan di tingkat kabupaten,” pungkas Arif.



















