Kreator Bisa Cetak Cuan Lewat Kolaborasi Kemenekraf, Indosat & Adobe

Sayoto Ashwan

Kemenparekraf bekerja sama dengan IOH dan Adobe dalam mendukung konten kreator Indonesia menghasilkan cuan. (foto: istimewa)

YOGYAKARTA – Era sekadar scrolling dan bikin konten iseng sudah lewat. Saatnya mengubah kreativitas menjadi mesin penghasil uang yang nyata.

Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) bekerja sama dengan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), dan raksasa visual dunia Adobe mempersenjatai kreator lokal dengan teknologi AI tercanggih agar karya mereka bisa langsung diuangkan.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan, Data Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) menunjukkan bahwa netizen Indonesia itu sangat aktif, tapi belum banyak yang tahu cara memonetisasi karyanya secara maksimal.

“Sinergi ini hadir untuk mendobrak batasan tersebut agar mereka bisa menghasilkan cuan,” katanya.

Kolaborasi ini membagikan fasilitas kelas berat yang dibagi menjadi tiga peran. Adobe, menyediakan tools desain berbasis AI dan jalur distribusi internasional. Sedangkan IOH menyiapkan jaringan luas dan kuota akses untuk memastikan semua orang bisa ikutan. Sementara Kemenekraf menjamin perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan membuka pasar industri.

“Fokus kami di era AI ini adalah memperkuat kreativitas manusia, bukan menggantikannya. Kami ingin ide-ide Indonesia mewujud jadi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tegasnya.

Adobe memilih Indonesia sebagai negara pertama di dunia untuk meluncurkan Program Monetisasi Kreator. Kreator lokal bisa mendesain template lokal di Adobe Express dan langsung dapat bayaran ketika karya mereka digunakan oleh pengguna global.

Bagi pengguna IM3 dan Tri mendapatkan gratis enam bulan untuk mengakses penuh ke Adobe Express Premium tanpa bayar sepeser pun.

Adobe Digital Academy menyiapkan modul belajar storytelling digital dan AI berbahasa Indonesia. Karya-karya terbaik pilihan kurator akan dipamerkan di panggung kreatif terbesar di Indonesia untuk memikat investor.

Program ini tidak hanya menyasar kota-kota besar. Lewat program ECHOES milik Kemenekraf (Ekraf Goes to School and Campus) dan platform GENSi dari Indosat, pelatihan ini akan dibawa langsung ke sekolah dan kampus.

“Yang dibutuhkan anak muda saat ini adalah akses ke perangkat dan peluang yang tepat. Bersama AI, kami ingin membangun masa depan Indonesia yang #LebihBaik,” tutur Vikram Sinha, CEO Indosat Ooredoo Hutchison.

Gimana Cara Ikutannya?
Jika Anda adalah pengguna IM3 atau Tri, bersiaplah memantau aplikasi resmi Anda untuk mengklaim benefit Adobe Express Premium gratis ini. Jangan cuma jadi penonton di era AI—saatnya ide Anda yang menghasilkan uang!

Rekomendasi Untuk Anda

News

Polda DIY Bagikan Biaya Living Cost bagi 306 Mahasiswa Sumatera di Jogja

YOGYAKARTA – Kepolisian Daerah (Polda) DIY membagikan bantuan biaya hidup (living cost) kepada 306 mahasiswa asal Sumatera yang tengah menempuh ...

Tokoh

Kepala DPMPTSP Sarji: Komitmen Ciptakan Iklim Investasi Kondusif

KULON PROGO – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kulon Progo Sarji berkomitmen untuk memacu ...

News

Juru Foto Candi Borobudur-Prambanan Dibekali Layanan Prima

YOGYAKARTA – Fotografer wisata di kawasan candi Prambanan, Borobudur dan Ratu Boko tidak hanya sekadar mahir menekan tombol rana kamera. ...

News

Lurah Garongan Kulonprogo Resmi Jadi Tersangka Korupsi Pungli

KULONPROGO – Satreskrim Polres Kulonprogo menaikkan status Lurah Garongan, Ngadiman dari saksi menjadi tersangka. Dengan status ini, posisi lurah akan ...

News

As Roda Patah Saat Menanjak, Dump Truck Terguling di Sidomulyo

KULON PROGO – Kecelakaan lalu lintas tunggal menimpa satu unit dump truck di Jalan Tanggulangin-Clereng, tepatnya di sebelah utara simpang ...

Olahraga

10.200 Pelari dari 17 Negara Siap Ramaikan Mandiri Jogja Marathon 2026

YOGYAKARTA – Sebanyak 10.200 pelari dari 17 negara siap mengikuti Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 yang akan digelar di kawasan ...

Tinggalkan komentar