Pupuk Indonesia Sukses Dongkrak Produksi Padi di Kulon Progo

Sayoto Ashwan

[addtoany]

Perwakilan Pupuk Indonesia bertemu dengan petani Nanggulan, Kulon progo. (foto: istimewa)

KULON PROGO – PT Pupuk Indonesia (Persero) membuktikan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Melalui penerapan metode pemupukan berimbang, para petani di Kecamatan Nanggulan, Kulon Progo, berhasil memanen padi dengan produktivitas fantastis mencapai 8,288 ton per hektar.

Angka ini menjadi bukti nyata bahwa kombinasi formula yang tepat tidak hanya mendongkrak hasil panen, tetapi juga menjaga efisiensi biaya bagi para petani.

Regional CEO Regional 2 Pupuk Indonesia, Muhammad Ihwan, mengatakan, capaian di lahan percontohan (demplot) ini adalah validasi langsung atas kualitas produk Pupuk Indonesia jika diaplikasikan dengan formula yang benar.

“Kami ingin memberikan edukasi sekaligus pembuktian langsung kepada petani mengenai pentingnya pemupukan berimbang. Hasil uji coba ini memberikan keyakinan bahwa efisiensi dan peningkatan hasil panen bisa berjalan beriringan,” ujar Ihwan, Rabu (17/6/2026).

Keberhasilan di Kulon Progo ini tidak lepas dari disiplin penerapan dosis pupuk yang presisi sesuai rekomendasi para ahli. Komposisi formula yang digunakan pada lahan demplot Nanggulan (per hektar) terdiri, 500 kg Petroganik, 300 kg Phonska dan 200 kg Urea.

Hasil ubinan menunjukkan bahwa perlakuan dengan dosis tepat ini mampu mendukung fase pertumbuhan tanaman secara maksimal. Efeknya, tanaman padi tumbuh lebih sehat, tahan hama, dan menghasilkan bulir padi yang lebih padat.

Ihwan menambahkan, tantangan pertanian ke depan bukan sekadar mengejar kuantitas, melainkan juga keberlanjutan lingkungan dan efisiensi modal. Dengan pemupukan berimbang, petani tidak perlu membuang biaya lebih untuk penggunaan pupuk yang berlebihan yang justru berpotensi merusak struktur tanah.

Melihat kesuksesan di Kulon Progo, Pupuk Indonesia berkomitmen untuk tidak berhenti di sini. Perusahaan akan terus memperluas program pendampingan dan uji coba di berbagai wilayah lain di Indonesia.

“Dengan hasil nyata di Kecamatan Nanggulan ini, petani kini memiliki gambaran jelas bahwa teknologi budidaya dan pemupukan berimbang adalah kunci utama untuk mencapai panen tinggi yang efisien dan berkelanjutan demi ketahanan pangan nasional,” tutup Ihwan.

Rekomendasi Untuk Anda

News

Penyu Lekang Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Glagah

KULON PROGO – Petugas Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Glagah menemukan bangkai seekor penyu yang terdampar di kawasan Pantai ...

News

Perkumpulan Penambang Rakyat Yogyakarta Bagikan 250 Paket Sembako bagi Warga Terdampak

KULON PROGO – Perkumpulan Penambang Rakyat Yogyakarta (PPRY) menggelar kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan sekitar 250 paket sembako kepada warga ...

News

Musda Golkar Gunungkidul ‘Mangkrak’, Ratusan Kader Kumpul Desak Jalankan AD/ART

GUNUNGKIDUL – Dinamika internal Partai Golkar Kabupaten Gunungkidul kian memanas. Ratusan kader dan relawan dari berbagi kapanewon mendadak berkumpul menggelar ...

Ekbis

Disokong Sektor Pertanian dan Infrastruktur, Ekonomi Kulon Progo Melesat 5,4 Persen

KULON PROGO – Sektor pertanian dan percepatan infrastruktur menjadi motor utama melesatnya pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kulon Progo hingga menyentuh angka ...

News

Wujudkan Generasi Emas, Pemkab Kulon Progo Kobarkan Gerakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah

KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terus menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat tumbuh kembang dan masa depan anak-anak di ...

Olahraga

Hari Jadi Ke-75 Kulon Progo, Manunggal Run 2026 Diikuti 2.730 Peserta

KULON PROGO – Sebanyak 2.730 pelari dari berbagai kalangan usia memadati jalanan Kabupaten Kulon Progo dalam ajang lomba lari Manunggal ...

Tinggalkan komentar