KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menggelar Forum Investasi Kulon Progo Maju 2026 di Swissbell hotel YIA, Kamis (18/06/2026). Forum ini menjadi panggung untuk memamerkan potensi di hadapan para pemodal domestik hingga mancanegara dari China, Korea, dan Jepang.
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, menegaskan bahwa wilayahnya menawarkan aksesibilitas prima melalui tiga moda transportasi sekaligus udara, kereta api, dan angkutan darat. Gerbang utamanya tak lain adalah Yogyakarta International Airport (YIA), yang kini tengah dikembangkan dengan konsep kawasan Aerotropolis, sebuah kota modern berbasis bandara.
“Kami menawarkan kemudahan investasi dari sisi kepastian hukum, di samping aksesibilitas prima yang tidak dimiliki daerah lain di DIY,” tegas Agung.
Artikel Terkait
Pemkab Kulon Progo juga telah memetakan ruang strategis dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Investor tinggal memilih lokasi sesuai sektor bisnis mereka. Ada Kawasan Utara Gelang Projo ataupun Kawasan Aerotropolis YIA.
Agung memastikan di era baru investasi Kulon Progo telah tiba. Selama 1,5 tahun terakhir, Pemkab telah serius menggodok landasan hukum yang kokoh. Pada bulan Juli mendatang, landasan hukum investasi ditargetkan sudah siap.
“Pada Agustus 2026, seluruh sistem perizinan akan terintegrasi secara daring melalui platform Online Single Submission (OSS),” jelas Bupati.
Kepala DPMPTSP Kulon Progo, Sarji, menyatakan komitmennya untuk menjadi jembatan yang solutif bagi dunia usaha. Mereka bertekad menciptakan iklim investasi yang kondusif, kompetitif, dan berdaya saing tinggi.
”Kami berharap ada efek domino yang dirasakan langsung oleh masyarakat lokal,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini juga diserahkan penghargaan oleh bupati kepada Rumah Sakit Aisyiyah Walidah Dahlan Kulon Progo; PT Odixa Pharma Laboratories dan PT Jalan Bahagia Sampai Surga.
Perwakilan PT Astika Samuhair Internasional, Bela mengatakan perusahaannya yang bergerak di industri rambut palsu tengah mengepakkan sayap bisnisnya di Kecamatan Kokap.
“Semoga iklim investasi di Kulon Progo semakin maju, dan harapannya semakin banyak pabrik atau pemodal asing yang masuk dengan proses perizinan yang jauh lebih mudah dan cepat,” katanya.



















