KULON PROGO – Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap dinilai dalam Lomba Desa/Kalurahan Tingkat DIY tahun 2026. Hargorejo maju membawa senjata andalannya Sidak (Sistem Informasi Desa Anti Korupsi), sebuah inovasi digital.
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan mengaku bangga Kalurahan Hargorejo bisa mewakili kabupaten Kulon Progo. Lomba ini menjadi ruang evaluasi agar pelaksanaan pembangunan kelurahan dapat berjalan semakin optimal dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Keunggulan Hargorejo bukan kaleng-kaleng. Inovasi tata kelola pemerintahannya telah diakui secara nasional. Pada tahun 2024, Hargorejo resmi menyandang status sebagai Desa Anti Korupsi binaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI) berkat efektivitas sistem Sidak.
Artikel Terkait
Prestasi ini berbuntut manis. Pada tahun 2025, kalurahan ini diganjar Dana Keistimewaan melalui BKK Inovasi Layanan Publik senilai Rp100 juta. Dana tersebut dikonversi menjadi fasilitas digital mutakhir, mulai dari mesin anjungan pelayanan mandiri, monitor informasi, hingga ruang pelayanan yang ramah anak dan disabilitas.
Selain melek digital, kalurahan yang menaungi 16 pedukuhan ini memiliki fondasi ekonomi dan sosial yang kuat. Intervensi Stunting dilakukan dengan menggelontorkan Rp57 juta untuk penanganan stunting, berfokus pada pemenuhan protein melalui ayam KUB (Kelompok Usaha Bersama). Setiap calon pengantin wajib untuk menanam pohon dan menebar benih demi kelestarian alam.
Perwakilan Tim Penilai DIY, Rini Sri Wahyuni, menegaskan bahwa kedatangan timnya adalah untuk memvalidasi kesesuaian antara data di atas kertas dengan realitas di lapangan.
“Kami datang untuk melihat langsung sinergi dan inovasi di sini. Desa terbaik nantinya akan menjadi percontohan dan mewakili DIY di tingkat regional,” pungkas Rini.



















