KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo membuka kembali bursa kerja bertajuk Kulon Progo Job Fair Tahun 2026 di Exhibition Hall Taman Budaya Kulon Progo (TBKP), Selasa (23/6/2026). Acara yang berlangsung sampai Rabu (24/6/2026) ini menyediakan 2.055 lowongan pekerjaan dari berbagai sektor.
Pameran ini diikuti 26 perusahaan, mulai dari sektor manufaktur, perdagangan, jasa, kesehatan, ritel modern, perbankan, perhotelan, hingga peluang kerja ke luar negeri. Seluruh layanan dalam job fair ini diakses secara gratis oleh perusahaan maupun para pencari kerja.
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan menekankan bahwa penyiapan tenaga kerja produktif merupakan program yang telah direncanakan secara matang oleh pemerintah daerah, bukan sekadar respons mendesak.
Artikel Terkait
“Dunia kerja menjadi salah satu konsentrasi kami, karena tenaga kerja produktif harus mendapatkan akses yang lebih luas terhadap peluang kerja. Kesempatan harus diupayakan, manfaatkan job fair ini sebaik-baiknya,” ujar Agung.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kulon Progo, Bambang Sutrisno mengatakan, tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kulon Progo pada tahun 2025 tergolong rendah yakni sebesar 2,14 persen, di bawah rata-rata DIY (3,46 persen) dan nasional (4,85 persen). Namun tantangan ketenagakerjaan baru tetap muncul.
“Tantangan utama saat ini adalah terjadinya kesenjangan (mismatch) antara kompetensi pencari kerja dengan kualifikasi yang dibutuhkan industri,” katanya.
Berdasarkan data Informasi Pasar Kerja Disnaker Kulon Progo per 31 Mei 2026, tercatat ada sekitar 2.000 lowongan kerja yang tersedia, namun hanya ada 1.258 pencari kerja yang terdaftar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.033 orang telah berhasil ditempatkan.
“Persoalan yang dihadapi bukan karena lowongan kerja terbatas, tetapi adanya kesenjangan antara kualifikasi, kompetensi, serta ekspektasi pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan,” katanya.



















